best website stats Kasus Prostitusi Online Terhadap Gadis di Mojokerto, Dua Pelaku Diringkus Polisi - Suara Mojokerto | MAJA FM 100.7

Kasus Prostitusi Online Terhadap Gadis di Mojokerto, Dua Pelaku Diringkus Polisi

majamojokerto.com

Satreskrim Polres Mojokerto membongkar praktik prostitusi online terhadap gadis di bawah umur melalui akun Facebook.

Informasi yang dihimpun Reporter Maja FM, ada dua orang pelaku mucikari yang berhasil diamankan oleh Polisi. Keduanya yakni Sofyan Maulana (18) warga Desa/Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto dan Muhammad Agung Mulyono (20) asal Dusun/Desa Wonorejo, Kecamatan Trowulan, Mojokerto.

AKBP Dony Aleksander, Kapolres Mojokerto mengatakan, modus para pelaku ini menawarkan kepada setiap lelaki hidung belang. Namun, sebelumnya para korban ini telah disetubuhi oleh pelaku.

"Masalah modus ya otomatis mereka punya jejaring sendiri dalam komunikasi yang mungkin dengan WhatsApp ataupun juga dengan beberapa sistem yang ada di media sosial atau mungkin juga perkenalan," tegasnya.

Berdasarkan keterangan pelaku, kasus ini berawal dari pelaku mengenal korban selama satu tahun melalui media sosial Facebook. Selanjutnya pelaku menawarkan kepada korban adanya pria hidung belang lain yang membutuhkan jasa esek-esek.

"Untuk melakukan hubungan layaknya suami istri, pelaku ini menawarkan upah sebesar Rp 1 juta kepada setiap korban. Disinilah terjadi perdagangan manusia. Dimana setiap adanya transaksi, pelaku mendapatkan bagian 200 sampai 300 ribu," ungkapnya, Rabu (07/10/2020).

Terungkapnya kasus ini berawal dari laporan masyarakat, kemudian dilanjutkan dengan proses penyidikan oleh anggota Reserse Polres Mojokerto hingga berhasil meringkus dua pelaku yang mengaku kali pertama menjalani perbuatannya.

Dari hasil penyelidikan, kedua pelaku ini menjajakan seorang pelajar yang masing-masing masih berusia (16) dan (18) kepada pria hidung belang di kawasan hotel Pacet pada September yang lalu dengan tarif Rp 700 sampai Rp 1 juta.

"Tarif 1 juta ini untuk per 3 jam, namun ini akan kita lakukan proses penyidikan dan pengembangan jaringan-jaringan yang lain. Agar wilayah hukum Kabupaten Mojokerto bebas dari pelanggaran-pelanggaran yang bersifat seperti ini. Termasuk tim masih melakukan pengembangan lebih lanjut mencari alat bukti lebih lanjut dengan membuka beberapa sistem komunikasi yang ada," tambahnya.

Sementara itu, salah satu pelaku mengaku pihaknya tidak akan mengulangi perbuatanya kembali. "Ini adalah pertama dan terakhir saya seperti ini,"ungkapnya.

Menurutnya, kasus prostitusi online ini dilakukan dengan dalih dirinya sudah mengetahui dan mengenal korban sejak satu tahun lamanya melalui akun media sosial jejaring Facebook.

"Saya tau memang anaknya seperti itu, dan hal seperti itu tidak dilakukan pada kali ini saja melainkan sama temen-temennya juga. Termasuk saya juga pernah sama dia dan membayar dengan tarif yang sama. Sehingga saya menawarkan kepada dia, kalau ada pria hidung belang yang mau," terangnya.

Setiap kali menawarkan kepada hidung belang, dia mengaku mendapatkan keuntungan 200 sampai 300 ribu.

Akibat perbuatannya, pelaku atas nama Sofyan Maulana (18) dijerat dengan pasal 296 KUHP dan pasal 506 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 1 tahun penjara. Sedangkan Muhammad Agung Mulyono (20) dijerat dengan 88 Jo 761 dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.

"Karena korban masih berstatus di bawah umur sehingga ini harus ada perhatian serius dan penanganan kasus ini ada di PPA di bagian tim perlindungan perempuan dan anak kami yang harus kita kembangkan juga dari segi psikologi," tandasnya. (fad/mjf)