best website stats Nekad Beroperasi Ditengah Pandemi Covid-19, Tempat Karaoke di Mojokerto Ditutup Paksa Satpol PP - Suara Mojokerto | MAJA FM 100.7

Nekad Beroperasi Ditengah Pandemi Covid-19, Tempat Karaoke di Mojokerto Ditutup Paksa Satpol PP

majamojokerto.com

Satpol PP Kota Mojokerto menutup paksa tempat karaoke yang nekat beroperasi ditengah Pandemi Covid-19, Senin kemarin (11/07/2020).

Informasi yang dihimpun Reporter Maja FM, dalam penutupan tempat hiburan malam di salah satu tempat karaoke tepatnya di jalan Muria Raya, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto kali ini, karena diam-diam beroperasi di tengah pendemi Covid-19.

Apalagi, saat ini Kota Mojokerto masih berstatus zona merah.
Penutupan paksa pun dilakukan petugas.

Heryana Dodik Murtono, Kepala Satpol PP Kota Mojokerto mengatakan, bermodalkan laporan masyarakat dan juga monitoring, petugas akhirnya melakukan pengecekan.

Didalam lokasi karaoke terdapat tiga room yang tengah beroperasi. Yang masing-masing room berisikan satu rombongan, room kedua ada dua orang dan yang ketiga terdapat dua laki-laki dan dua perempuan.

"Kami dari satpol PP melakukan monitoring tempat hiburan malam dan karaoke, kebetulan di salah satu tempat hiburan malam ini didapati membuka secara terselubung didepan terlihat gelap, namun di parkiran ramai banyak orang," ungkap Dodik di lokasi pengerebekan Senin (11/7/2020)

Sesuai edaran walikota nomor 443.33/2857/417.302/2020. Tetang kewaspadaan terhadap Covid-19. Yakni, untuk tempat hiburan karaoke belum diperkenankan untuk buka sampai ada tim ferivikasi dan evaluasi yang menerbitkan sertifikat layak operasi sesuai perwali nomor 47 tahun 2020.

Sebagai langkah tegas, petugas pun lantas membubarkan hiburan malam tersebut. Petugas juga langsung menutup paksa tempat karaoke terselubung di tengah pendemi Covid-19 saat ini.

Sebagai efek jera, management juga akan dipanggil ke kantor Satpol PP jalan raya Bhayangkara Kota Mojokerto untuk dimintai keterangan dan klarifikasi, terkait beroperasinya tempat karaoke itu sambil menunggu tim verifikasi.

"Susuai Perwali No 55, paling berat akan ada pencabutan izin. Dan ini menjadi satu catatan buat kami untuk evaluasi perizinananya," tegasnya.

Pelanggaran yang dibuat oleh salah satu karaoke yang ada di Kota Mojokerto ini, yang jelas akan menjadi evaluasi dan catatan pemerintah daerah. Khusunya tim verifikasi untuk mengeluarkan dan menerbitkan sertifikat layak operasi. (fad/mjf)