best website stats Ini Pasal Yang Menjerat Dua Pelaku Pembunuhan Gadis dan Dibuang di Jurang Pacet, Mojokerto - Suara Mojokerto | MAJA FM 100.7

Ini Pasal Yang Menjerat Dua Pelaku Pembunuhan Gadis dan Dibuang di Jurang Pacet, Mojokerto

majamojokerto.com

Polisi sudah meringkus dua pemuda sebagai pelaku pembunuhan terhadap perempuan asal Sidoarjo, yang jenasahnya ditemukan di jurang sedalam 20 meter dikawasan Hutan Tahura R Soerjo Blok Gajah Mungkur tepatnya di desa Pacet selatan, Kecamatan Pacet, Mojokerto.

Keduanya dikenakan pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana. Karena petugas menemukan sejumlah fakta yang menjadi indikasi pembunuhan sadis itu sudah direncanakan oleh kedua tersangka.

AKBP Dony Alexander, Kapolres Mojokerto mengatakan, pembunuhan ini berawal dari permasalahan utang piutang antara pelaku Mas'ud, dengan korban Vina Aisya Pratiwi (21) asal Desa Pamotan, Kecamatan Prambon, Sidoarjo.

Menurutnya, korban mempunyai hutang ke tersangka Mas'ud sebesar Rp 40 juta sejak Januari 2020, dengan alasan untuk merenovasi rumahnya di Dusun Bringin, Desa Pamotan, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo.

Namun, karyawati pabrik elektronik di Pasuruan itu belum bisa membayar. Sebelumnya korban berjanji membayar utangnya setelah Hari Raya Idul Fitri atau akhir Mei lalu. Setelah sebulan berlalu, belum juga terwujud.

"Hal itulah yang membuat marah pelaku, sehingga merencanakan pembunuhan ini," ungkapnya.

Menurutnya, aksi pembunuhan yang dilakukan oleh dua pelaku sudah direncanakan di sebuah warung kopi di Jalan Arteri, Porong, Sidoarjo tempat salah satu pelaku bekerja.

"Keterangan tersangka memang sudah merencanakan sejak 22 Juni. Tersangka Mas'ud menyiapkan Rifat sebagai pembantu untuk mengeksekusi korban," kata Kapolres saat jumpa pers di Mapolres Mojokerto, Jalan Gajah Mada, Kecamatan Mojosari, Jumat (26/6/2020).

Adanya perencanaan tersebut, menjadi salah satu bukti pembunuhan Vina sudah direncanakan oleh Mas'ud dan Rifat. Pihaknya juga menemukan fakta-fakta pendukung lainnya. Yaitu kedua tersangka sudah menyiapkan tiga alat untuk menghabisi nyawa korban. Mulai dari sarung, tali hingga tongkat besi.

Oleh sebab itu, pihaknya menjerat kedua tersangka dengan pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana. "Ancaman hukumannya maksimal seumur hidup atau 20 tahun penjara," tegasnya.

Selain meringkus kedua tersangka, polisi juga menyita sejumlah barang bukti terkait kasus ini. Yaitu pakaian korban saat dibunuh, tambang plastik warna hijau sekitar 1 meter, helm dan sepeda motor korban Honda BeAT hitam nopol AG 6889 CV, sebuah ponsel milik korban, tongkat besi sekitar 50 cm, sepeda motor tersangka Rifat Honda CB 150 R nopol W 6958 UD serta mobil Daihatsu Ayla warna putih nopol W 1502 NU. (fad/majafm)