best website stats Antisipasi Maraknya Balap Liar, 43 Motor Diamankan Polsek Trowulan, Mojokerto - Suara Mojokerto | MAJA FM 100.7

Antisipasi Maraknya Balap Liar, 43 Motor Diamankan Polsek Trowulan, Mojokerto

majamojokerto.com

Puluhan remaja yang sering melakukan aksi balap liar di Jalan Raya Lengkong Desa Jambuwok, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto diamankan anggota Polsek Trowulan.

Informasi yang dihimpun Reporter Maja FM, selain puluhan remaja, petugas kepolisian juga menyita sebanyak 43 kendaraan dari berbagi jenis yang dilengkapi surat-surat kendaraan yang lengkap.

AKP Subiyanto, Kapolsek Trowulan mengatakan, operasi hunting itu dilakukan untuk mengantisipasi maraknya balap liar. Sebab, dilokasi itu sering dijadikan tempat untuk berbuat aksi yang membahayakan itu.

”Disitu sering diadakan balap liar. Makanya dilakukan operasi itu agar tidak terjadi lagi aksi yang membahayakan itu,” katanya, Kamis (14/05/2020).

Menurutnya, puluhan pemuda ini diamankan dan dihentikan oleh warga, karena dianggap membahayakan dirinya sendiri, pengendara lain maupun meresahkan warga disekitar lokasi.

”Jadi orang-orang itu mau lewat. Tapi karena sepedanya protolan diberhentikan dan dikumpulkan di balai desa setempat dikhawatirkan balap liar,” jelasnya.

Disisi lain, kata Subiyanto, saat ini masih masa pandemi Covid-19. Dimana warga sangat dilarang untuk berkerumun.

Sementara aksi balap liar itu tentunya berpotensi terjadinya kerumunan. ”Jadi kendaraan yang terlihat di modifikasi atau lampunya mati langsung kita berhentikan,” ujarnya.

Bahkan kelengkapan surat kendaraan mereka pun diperiksa. Bagi yang tidak membawa STNK dan kendaraanya protolan, maka diberikan kartu tilang dan kendarananya diamankan ke Mapolsek Trowulan .

”Sebanyak 43 kendaraan yang kami amankan karena tidak membawa STNK dan memakai knalpot brong,” ungkapnya.

Jika pemilik menginginkan kendaraanya kembali harus membawa STNK dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB). Bahkan mereka juga harus membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya itu.

”Yang mau ngambil surat kendaraan harus membuat surat pernyataan yang ditandatangani oleh orang tuanya dan Kepala Desa,” tegasnya.

Subiyanto juga mengatakan, jika mereka mengulangi lagi, maka pihaknya akan bertindak tegas dan terukur. Apalagi jika sampai menggelar aksi balap liar.

Tak tanggung tangung, pihaknya akan menyita kendaraannya selama satu bulan. Dan jika ingin mengambilnya harus mengubah kendaraan itu seperti kondisi semula.

Mulai dari bannya yang kecil harus diganti dengan ban normal. Dan tak lupa knalpotnya harus diganti dengan knalpot berstandart SNI.

”Dan apabila balap liar itu dijadikan ajang perjudian akan diproses secara hukum yang berlaku,” tandasnya. (fad/ats/shi)