best website stats Pelaku Pembunuhan Bocah SD di Mojokerto, Akhirnya Diringkus Polisi - Suara Mojokerto | MAJA FM 100.7

Pelaku Pembunuhan Bocah SD di Mojokerto, Akhirnya Diringkus Polisi

majamojokerto.com

Dua pelaku pembunuhan terhadap Siswa SD asal Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto yang dibuang di dasar Sungai Gumul, Kecamatan Kemlagi, akhirnya diringkus polisi. Keduanya merupakan kakak beradik.

Informasi yang dihimpun Fuad Amanulloh, Reporter Maja FM, kedua pelaku berinisial IS (17) dan ST (18) warga Desa Katemasdungus, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Polisi berhasil mengamankan mereka setelah melakukan penyelidikan selama 24 hari.

AKBP Bogiek Sugiarto, Kapolres Mojokerto Kota mengatakan, kedua pelaku ditangkap di rumahnya pada Senin lalu (24/02/2020).

Polisi lebih dulu mengamankan IS (17). Berbekal keterangan pelaku IS, kemudian petugas mengamankan sang kakak yang berperan aktif dalam proses pembunuhan terhadap Ardio Wiliam Oktavianto (13), Siswa SD kelas IV Sekolah Dasar (SD) asal Desa Katemasdungus, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto.

"Setelah kita melakukan penyidikan secara masif kita amankan satu pelaku dahulu atas inisial IS, kemudian kita kembangkan dan mengamankan pelaku lain yang tidak lain adalah kakak dari IS yakni ST dirumahnya. Keduanya juga sudah mengakui atas perbuatannya," ungkapnya, Rabu (26/02).

Kata Kapolresta, kedua pelaku dan korban sudah saling mengenal. Sehingga perencanaan pembunuhan terhadap korban berjalan dengan mulus.

Dari hasil pemeriksaan sementara, motif pembunuhan ini dilakukan karena adanya dendam. "Motifnya dendam, karena adik pelaku ini pernah dipukul oleh korban saat di sekolah pada 26 Januari 2020 lalu. Tapi ini masih kita dalami, yang jelas ada pemukulan,"ucapnya.

Baca juga : Tak Terima Adiknya Dipukul, Kakak Beradik Bunuh Pelajar SD di Mojokerto

Sebelumnya, sesosok mayat berjenis laki-laki ditemukan di bawah Jembatan Gumul KM Lamongan 32+400, Kamis lalu (30/1/2020). Mayat yang diperkirakan masih bocah tersebut diduga dibuang ke sungai.

Karena ditemukan sandal jepit diduga milik korban yang tergantung di pipa saluran air dengan menggantung tali rafia.

Kabar penemuan mayat tersebut viral di media sosial (medsos), sehingga meski jauh dari pemukiman warga namun lokasi penemuan dipenuhi masyarakat yang penasaran.

Petugas kepolisian sempat kesulitan melakukan identifikasi, karena posisi korban yang berada didasar sungai.

Korban kali pertama ditemukan dalam posisi telungkup, dengan mengenakan baju koko warna hitam lengan panjang dan celana pendek warna abu-abu.

Di atas korban terdapat sandal yang tergantung tali rafia di pipa saluran air. Setelah dilakukan identifikasi dan olah TKP, jenazah korban dievakuasi ke RSUD RS Basoeni, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.

Dari hasil identifikasi diketahui korban bernama Ardio Wiliam Oktavianto (13), pelajar kelas 4 SDN Ketemas Dungus, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto.

Puluhan saksi dimintai keterangan untuk mengungkap kematian korban, yang dipastikan merupakan korban pembunuhan. Hal itu berdasarkan visum dari RS Bhayangkara Polda Jawa Timur. (fad/and)