best website stats Pasca Jalani Karantina dan Dinyatakan Sehat, Seorang Warga Asal Mojokerto Akhirnya Berkumpul Bersama Keluarga - Suara Mojokerto | MAJA FM 100.7

Pasca Jalani Karantina dan Dinyatakan Sehat, Seorang Warga Asal Mojokerto Akhirnya Berkumpul Bersama Keluarga

majamojokerto.com

Adis Sahara (18) mahasiswi asal Mojokerto saat menunjukkan surat keterangan dinyatakan sehat dari Kemenkes, Senin (17/02/2020). Foto : Fuad Amanulloh, Reporter Maja FM

Kepulangan Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, China ke kampung halamannya menjadi rasa lega tersendiri. Setelah menjalani proses evakuasi, observasi hingga karantina selama dua minggu, salah seorang WNI asal Kota Mojokerto bernama Adis Sahara (18) mengaku lega bisa kembali bisa berkumpul dengan keluarga.

Hal itu juga dirasakan oleh kedua orang tuanya yakni Purwati dan Susiadi. Penantian pasangan suami istri asal Lingkungan Balongcangkring 1, Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto tersebut akhirnya terwujud.

Adis Sahara (18) anak sulungnya telah kembali berkumpul bersama keluarga, setelah dua pekan melewati masa observasi di Pulau Natuna, Kepulauan Riau.

Minggu (16/2) dini hari kemarin, mahasiswi semester V program studi Medical Hubei University of Science and Technology China itu telah kembali menginjakkan kaki di rumahnya.

Adis merupakan salah satu dari total 65 warga Jawa Timur yang menjalani observasi di Natuna, setelah dipastikan tidak terinveksi covid-19 atau dikenal dengan virus korona.

Dia mengaku, selama di rumah, dia akan menghabiskan banyak waktu bersama keluarga. Khususnya untuk membantu usaha ibunya yang membuka toko kelontong di rumahnya. Dia juga berharap, agar wabah virus korona segera bisa tertangani.

”Harapan saya cuma di China bisa cepat pulih, terkontrol, dan ditemukan vaksinnya. Supaya kita bisa kembali kuliah lagi,” harapnya.

Meski berada jauh dari tempat studi aktivitas perkuliahannya, dia mengaku masih tetap bisa melakukan aktivitas perkuliahan. Mahasiswi semester V ini menyebut, jika pihak kampus akan menerapkan kuliah online selama masa penanganan wabah virus korona.

Bahkan alumni SMA Ammanatul Ummah Pacet tersebut menyatakan, pihaknya akan berniat kembali lagi ke Tiongkok untuk melanjutkan studinya. ”Jadi nanti tetap stanby kayak live bersama dosennya. Nanti dari pihak kampus akan memberi tahu hari dan jam, kalau ada kuliah online,” sebutnya kepada Fuad Amanulloh, Reporter Maja FM.

Adis juga mengaku tidak khawatir untuk bepergian ke luar rumah. Berbekal dengan surat keterangan sehat yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Dia bersama seluruh WNI yang menjalani observasi di Natuna dipastikan dalam kondisi sehat.

Hanya saja jika terjadi gejala sakit, dia diminta untuk segera mendatangi fasilitas kesehatan. ”Semuanya  dinyatakan sehat, karena telah mendapat surat keterangan ini (dari Kemenkes)” jelasnya.

Sementara itu, Purwati orang tua Adis mengaku merasa lega atas kepulangan anak sulungnya bisa kembali ke rumah dan di nyatakan sehat. ”Rasanya sangat lega,” ungkap Senin (17/02).

Menurutnya, hampir setiap hari dirinnya tidak bisa lepas dari televisi. Dia selalu mengikuti perkembangan terkait kabar dan rencana pemulangan putrinya dari Natuna.

Kabar baik itu akhirnya baru diterima Sabtu (15/2). Adis bersama rombongan Jatim lainnya dijadwalkan pulang dari Natuna. ” Usai mendapatkan kabar itu, saya kemudian naik bis ke Juanda, untuk segera menjemput anak saya,” terangnya.

Sebelumnya, dari 65 warga Jatim yang dipulangkan dari masa observasi, sempat tidak ada nama warga asal Kota Mojokerto. Sehingga, Purwati pun tak berpikir panjang untuk melaporkan ke rukun tetangga (RT) maupun kelurahan sebelum menjemput. Untuk itu, tidak ada penjemputan khusus atas kedatangan putrinya. ”Yang penting anak saya sehat,” tandasnya. (fad/and)