best website stats Penyebab Banjir di Dua Dusun di Mojokerto Akibat Aliran Dam Tersumbat - Suara Mojokerto | MAJA FM 100.7

Penyebab Banjir di Dua Dusun di Mojokerto Akibat Aliran Dam Tersumbat

majamojokerto.com

Selama empat hari terakhir, sebanyak dua Dusun di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto terendam banjir. Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyebut, penyebab banjir yang menggenangi dua dua Dusun disebabkan tersumbatnya aliran sungai di Dam Sipon.

Djoko Supangkat, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto mengatakan, hasil pemetaan dari BPBD, penyebab banjir yang merendam dua dusun di Desa Tempuran tak hanya avur sungai Watu Dakon meluap, juga tersumbatnya aliran air di Dam Sipon yang berada di Desa Pageruyung, Kecamatan Gedeg.

"Selain karena intensitas hujan cukup tinggi sehingga air sungai Watu Dakon meluber, penyebab utama yang tidak kalah yakni tersumbatnya aliran air di Dam Sipon karena sampah juga ranting," jelasnya.

Dia mengatakan, Dam Sipon menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas. Sehingga sejak kemarin BPBD sudah melakukan rapat bersama BPBD Provinsi untuk menanggulangi hal tersebut.

Sementara itu, Muhammad Zaini, Kepala BPBD saat dikonfirmasi Fuad Amanulloh, Reporter Maja FM mengatakan, hasil dari rapat bersama BPBD Provinsi, pihaknya akan meminta bantuan terhadap anggota Marinir untuk berupaya membuka sumbatan di Dam Sipon.

"Kemarin kita usulkan meminta bantuan penyelam dari Marinir dan juga BPBD Provinsi untuk mengurai sumbatan di Dam Sipon, semoga bisa segera terealisasi dan teratasi," jelasnya.

Sekedar informasi, banjir yang melanda di dua tersebut terjadi sejak Sabtu lalu (01/02/2020) hingga hari ini Rabu (05/02/2020) air masih menggenangi puluhan rumah warga.

Menurut data BPBD Kabupaten Mojokerto, hingga hari ini (05/02/2020) air akibat luberan Sungai Watu Dakon sudah menggenangi sebanyak 40 lebih rumah warga di Dusun Bekucuk dan di Dusun Tempuran, Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Mojokerto.

Selain itu banjir juga menggenangi hektaran sawah serta fasilitas umum di Desa Tempuran, seperti Sekolah, Balai Desa hingga Gereja. (fad/and)