best website stats Kasus MKP, Belasan Orang Pejabat Diperiksa KPK di Mapolresta Mojokerto di Hari Pertama - Suara Mojokerto | MAJA FM 100.7

Kasus MKP, Belasan Orang Pejabat Diperiksa KPK di Mapolresta Mojokerto di Hari Pertama

majamojokerto.com

Ludfi Ariyono, Kepala Dinsos (kiri) dan Mardiasih, Sekwan Kabupaten Mojokerto saat menjalani pemeriksaan di Mapolresta, Selasa (21/01/2020)

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan pemeriksaan terkait kasus TPPU yang menyeret Mustofa Kamal Passa (MKP), mantan Bupati Mojokerto.

Kali ini KPK memeriksa sebanyak 12 orang di Mapolresta Mojokerto, Selasa (21/1/202) yang diduga terlibat kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) mantan Bupati Mojokerto MKP.

Dari pantauan Fuad Amanulloh, Reporter Maja FM dilokasi, sejak pukul 09.35 WIB, satu persatu pejabat hingga orang yang terlibat dalam kasus TPPU berdatangan di Aula Wirapratama.

12 orang yang di periksa di hari pertama, diantaranya mantan ajudan Bupati Mojokerto yakni Fendi dan Dodi. Keduanya saat ini aktif menjadi ajudan Walikota Mojokerto Ika Puspitasari atau Ning Ita.

Dalam pemeriksaan kali ini juga nampak Anik Mutamimah mantan staf Dinas PUPR; Susantoso dari BKPP; Ludfi Ariyono, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto; Sudrajat, Kadis DPMPTS; Mardiasih, Sekwan Kabupaten Mojokerto; dan Lutfi Muttaqin Ajudan Bupati Mojokerto.

Selain itu, para pejabat dilingkungan Pemkab Mojokerto, KPK juga nampak melakukan pemeriksaan terhadap empat pejabat dari Kabupaten Nganjuk.

Susantoso usai menjalani pemeriksaan mengaku, pemeriksaan kali ini tak lepas dari kasus mantan Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa (MKP) " Iya TPPU, " tuturnya singkat.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ludfi Ariyono, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto. Dirinya diperiksa maslah TPPU mantan Bupati Mojokerto MKP. "Iya TPPU, sama sama pak Susantoso," ujarnya.

Selain bebrapa pejabat dilingkungan Pemkab dan Pemkot Mojokerto di hari pertama, KPK turut memeriksa pejabat di Kabupaten Nganjuk diantaranya Tri Basuki Widodo Camat Sukomoro; Heni Roditanti, Kepala Disperindag Nganjuk; Muhammad Makeup, Camat Ngronggot, Nganjuk.

KPK berencana melakukan pemeriksaan selama satu Minggu di Polresta Mojokerto atau terhitung mulai Selasa (21/01/2020) hingga Selasa (28/01/2020) depan, terkait kasus dugaan TPPU yang dilakukan tersangka mantan Bupati Mojokerto, MKP.

AKBP Bogiek Sugiyarto, Kapolres Mojokerto Kota mengatakan, pemeriksaan Lembaga Antrasuah bakal di gelar selama sepekan kedepan dalam lanjutan kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang dilakukan tersangka mantan Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa (MKP).

Sebelumnya, penyidik KPK sudah melakukan penyitaan berbagai aset milik MKP yang dilakukan sejak tahun 2018 silam, berupa tanah hingga kendaraan.

Mantan Bupati Mojokerto MKP, ditetapkan sebagai tersangka TPPU pada 18 Desember 2018 lalu. Penetapan ini merupakan hasil pengembangan perkara suap dan gratifikasi dengan terpidana MKP sebesar Rp 34 miliar.

MKP disangkakan melanggar pasal 3 dan/atau pasal 4 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU.

Selain itu, MKP diduga menerima fee dari rekanan pelaksana proyek proyek di lingkungan Pemkab Mojokerto, Dinas, dan SKPD/OPD, Camat, dan Kepala Sekolah SD, SMA, di Kabupaten Mojokerto. Dari penerimaan gratifikasi sekitar Rp 34 miliar, KPK menemukan dugaan TPPU yang dilakukan MKP.

MKP diduga menempatkan, mentrasfer, mengalihkan, membelanjakan, membayarkan, menghibahkan, menitipkan, membawa ke Iuar negeri, mengubah bentuk hasil suap yang diterimanya.

Uang tersebut sebagian diantaranya disetorkan ke rekening bank melalui perusahaan milik keluarga pada Musika Group, yaitu CV Musika, PT Sirkah Purbantara (SPU-MIX) dan PT Jisoelman Putra Bangsa dengan modus utang bahan. (fad/and)