best website stats Tes Urine Bagi Calon Pengantin, Ini Penjelasan BNN kota Mojokerto - Suara Mojokerto | MAJA FM 100.7

Tes Urine Bagi Calon Pengantin, Ini Penjelasan BNN kota Mojokerto

majamojokerto.com

Kementerian Agama (Kemenag) Kota Mojokerto, resmi memberlakukan berkas hasil tes narkoba sebagai syarat pasangan yang hendak menikah.

Informasi yang dihimpun Fuad Amanulloh, Reporter Maja FM,  Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Mojokerto ditunjuk oleh Kementerian Agama (Kemenag) setempat sebagai pelaksana tes narkoba bagi pasangan calon pengantin.

AKBP Suharsi, Kepala BNN Kota Mojokerto memastikan, tak ada pungutan biayanya alias gratis. BNN juga menegaskan, persyaratan tes urin tak akan mengganggu proses pernikahan.

Menurutnya, secara teknis pelaksaan tes narkoba dilakukan di kantor BNNK pada saat jam kerja. Pasangan yang akan melakukan tes urin nantinya akan diberikan resep terlebih dahulu, untuk membeli alat tes sendiri bernama Rapid Test.

“Kita hanya memfasilitasi. Semuanya gratis. Nanti kita akan memberikan resep untuk membeli alatnya. Bisa beli di luar, tapi kita juga menyediakan,” kata Suharsi, Selasa (14/01/2020).

Untuk persyaratan mengajukan tes urin, kedua calon pengantin hanya perlu membawa foto copy KTP. Nantinya, petugas akan mendata tujuan tes yang diajukan sebagai acuan surat pernyataan yang akan dikeluarkan.

“Untuk tes disini, tak perlu surat pengantar dari KUA atau semacamnya. Hanya perlu membawa foto copy KTP masing-masing calon pengantin,” terangnya.

Suharsih juga menjelaskan, tes urin menggunakan Rapid Test akan mendeteksi enam jenis narkoba dalam tubuh seseorang. Yakni Amphetamine, Methapetamine, Morphine, Mariyuana, Cocaine dan Benzodiazepin.

Tak hanya urin, pemeriksaan ada atau tidaknya kandungan narkoba juga akan dilakukan dengan cara tes wawancara atau asesmen. Sebab, kandungan narkoba pada diri seseorang tidak selalu bisa diketahui melalui Rapid Test.

“Asesmen dilakukan untuk mengetahui rekam jejak calon pengantin. Soalnya kandungan narkoba bisa hilang dalam kurun waktu tertentu, sehingga asesmen ini untuk mengetahui rekam jejak pengguna,” terang Suharsih.

BNNK dan Kemenag Kota Mojokerto memiliki komitmen bersama untuk tidak mengganggu hari pernikahan meski diadakan tes narkoba.

Baca juga : Kemenag Kota Mojokerto Mulai Berlakukan Tes Urine Bagi Calon Pengantin Yang Akan Menikah

Jika ada calon yang terdiaknosis positif, maka BNNK akan melakukan beberapa langkah, mulai pendampingan hingga rehabilitasi setelah proses pernikahan.

Tingkat pendampingan yang dilakukan tergantung seberapa parah gangguan yang dialami. Jika masih ringan, maka hanya akan dilakukan konsultasi berkala. “Tidak usah takut, pendampingan yang kita lakukan menyesuaikan jadwal pasien. Jadi tidak akan mengganggu aktifitas kerjanya pasien. Tapi kalau sudah parah maka perlu dijadwalkan untuk rehabilitasi. Ini semua agar calon pengantin bisa membangun rumah tangga yang baik,” ujar Suharsih.

Sementara itu, di hari kedua diberlakukannya syarat pra nikah berupa tes urin ini, sudah ada empat pasangan calon pengantin yang melakukan tes di kantor BNNK Mojokerto.

Saat ini, kata Suharsi, proses tes urin terhadap calon pengantin masih dilakukan di satu kecamatan yakni Prajuritkulon Kota Mojokerto karena tahap awal atau Pilot Project.

Kedepan, dalam proses tes urin kepada calon pengantin bakal dilakukan secara menyeluruh.
"Karena kita menaungi tiga daerah, berarti calon pengantin dari Kota/Kabupaten Mojokerto dan Jombang bisa tes disini,"tandasnya.

Seperti diinformasikan, Kementerian Agama (Kemenag) Kota Mojokerto, resmi memberlakukan berkas hasil tes narkoba sebagai syarat pasangan yang hendak menikah sejak 13 Januari 2020.

Hal itu mengacu pada surat edaran dari Kemenag RI Nomor B-7030/KW.13.6.1/PW.01/12/2019. Setiap pasangan calon pengantin diwajibkan melakukan tes urin dengan didampingi petugas Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Mojokerto. (fad/and)