best website stats Dokter Yang Diduga Cabuli Gadis Dibawah Umur di Mojokerto, Akhirnya Penuhi Panggilan Polisi - Suara Mojokerto | MAJA FM 100.7

Dokter Yang Diduga Cabuli Gadis Dibawah Umur di Mojokerto, Akhirnya Penuhi Panggilan Polisi

majamojokerto.com

Dokter AD tersangka kasus dugaan pencabulan terhadap gadis berusia (15), akhirnya memenuhi panggilan polisi. Dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan tersebut tak ditahan karena sakit.

Informasi yang dihimpun Fuad Amanulloh, Reporter Maja FM, dalam pemeriksaan kali ini, dokter AD didampingi oleh dua kuasa hukum. Dia datang ke ruang Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Mojokerto pada Kamis (09/01/2020) sekitar pukul 09.00 WIB hingga pukul 13.30 WIB.

"Dia tidak kita tahan karena tadi kuasa hukumnya menyampaikan yang bersangkutan sedang sakit komplikasi dan kita juga menerima dari kedokteran," ungkap AKP Dewa Putu Prima, Kasatreskrim Polres Mojokerto Kamis (09/01/20).

Selain itu, yang bersangkutan juga mengajukan surat untuk tidak ditahan. Meski demikian, polisi tetap akan berupaya melengkapi berkas dan melakukan kordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk terus mendalami kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oleh dokter AD.

Untuk menetapkan status tersangka, kata Dewa, petugas sudah mengantongi dua alat bukti yang nantinya akan diuji di pengadilan. Petugas juga sudah memintai keterangan dari 15 saksi termasuk yang bersangkutan.

"Yang bersangkutan ini sedang mengalami sakit jantung dan komplikasi kejantungan. Selain itu, dia juga kooperatif selama tidak ditahan," paparnya.

Selama diperiksa hampir enam jam, petugas sudah melontarkan sebanyak 45 pertanyaan kepada yang bersangkutan, untuk mendalami kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oleh pelaku.

Sementara itu, dr AD saat berusaha dikonfirmasi terkait kasus yang menimpanya memilih bungkam. "No komen, no komen"ucapnya sembari meninggalkan ruang Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Mojokerto.

Sekedar informasi, Polres Mojokerto menetapkan dr AD sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerkosaan gadis 15 tahun pada Senin (30/12/2019).

Oknum dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan itu dijerat dengan Pasal 81 ayat 2 juncto Pasal 82 ayat 1 UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya 15 tahun penjara.

Dalam kasus ini, tersangka dr AD merupakan seorang Dokter spesialis Kebidanan dan penyakit Kandungan.

Dalam sehari-hari, dia membuka praktik di sebuah rumah di jalan raya Seduri, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

Kasus ini bermula saat korban dikenalkan oleh temannya berinisial AN (30) warga asal Bangsal kepada terlapor.

Usai korban dikenalkan oleh terlapor dan di ajak ke tempat praktek, korban langsung di ajak masuk kedalam ruangan terlapor. Disana korban di ajak ngobrol dan disuruh membuka baju hingga terjadi aksi dugaan pencabulan.

Kemudian, korban di beri uang oleh terlapor sebesar Rp 1,5 juta. Korban membagi uang sebesar Rp 500 ribu kepada AN (30), orang yang mengenalkan kepada terlapor (dokter AD) yang saat itu menunggu di ruang tamu praktek. (fad/majafm)