best website stats Musim Penghujan, Pemkab Mojokerto Minta Warga Waspada Demam Berdarah - Suara Mojokerto | MAJA FM 100.7

Musim Penghujan, Pemkab Mojokerto Minta Warga Waspada Demam Berdarah

majamojokerto.com

Intensitas hujan yang mengguyur wilayah Mojokerto sudah mulai tinggi. Di musim seperti ini (penghujan), masyarakat harus mewaspadai adanya demam berdarah yang disebabkan perkembangbiakan nyamuk aedes aegepty.

Informasi yang dihimpun Maja FM, kasus demam berdarah sering muncul saat awal tahun, seiring datangnya musim penghujan. Tahun lalu saja, ada ratusan orang terserang demam berdarah di Kabupaten Mojokerto.

Meski demikian, dalam kurun waktu tiga tahun terakhir ini dinyatakan jumlah DBD (Demam Berdarah Dengue) diwilayah Kabupaten Mojokerto tidak mengalami peningkatan.

Namun, tahun ini juga patut diwaspadai, karena masa musim penghujan diperkirakan lebih lama dibandingkan tahun lalu.

Didik Khusnul Yakin, Asisten 1 Sekdakab Mojokerto mengatakan, dalam upaya pencegahan DBD, tetap mengandalkan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk). "Kami tetap mengandalam PSN, " ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan PSN sudah diperkuat melalui SK Bupati, yang dijadikan gerakan di setiap wilayah tempat pemberantasan nyamuk.

Sebab, penanganan demam berdarah di Kabupaten Mojokerto sepakat tidak mengedepankan fogging atau pengasapan dengan bahan obat kimiawi, malathion. "Kalau di fogging itu justru bahaya," jelasnya.

Didik juga mengatakan, tahun 2019 lalu angka bebas jentik diwilayah Kabupaten Mojokerto berada di atas 90. Berbeda di daerah Kabupatej Kediri yang angka bebas jentiknya dibawah 80. "Yang dibawah 80 itu jelas ditemukan jentiknya di masing-masing rumah, " terangnya. (gk/and)