best website stats Di Mojokerto Didirikan 3 Pos Tanggap Bencana, Ini Tujuannya - Suara Mojokerto | MAJA FM 100.7

Di Mojokerto Didirikan 3 Pos Tanggap Bencana, Ini Tujuannya

majamojokerto.com

Polres Mokokerto mendirikan tiga pos tanggap bencana, yang bertujuan sebagai bentuk antisipasi menghadapi adanya potensi bencana.

Informasi yang dihimpun Fuad Amanulloh, Reporter Maja FM,
tiga pos tanggap bencana itu di sebar di tiga titik, yakni kawasan Pacet, Trowulan dan juga di kantor BPBD Kabupaten Mojokerto, jalan raya Jabon, Kecamatan Mojoanyar sebagai pengendali.

Kompol Toni Sarjaka, Wakapolres Mojokerto mengatakan, pendirian pos tanggap bencana sebagai bentuk antisipasi petugas, jika terjadinya bencana alam, seperti banjir serta longsor di wilayah hukumnya.

Terlebih, beberapa kawasan dipetakan oleh BPBD masuk dalam status siaga. "Hari ini kita lakukan apel bersama dengan TNI/Polri, BPBD Pemda, relawan dan jajaran terkait dalam menghadapi adanya bencana. Selain itu, kita sudah siap dengan mendirikan pos bencana dan menghadapai kemugkinan adanya bencana,"ucap Toni, Sabtu (04/01/2020)

Dalam pendirian tiga pos tanggap bencana, polisi tidak sendirian. Juga bersinergi dengan TNI, BPBD, Instansi terkait, relawan dan juga perhutani. Tiga pos itu bakal diisi 9 sampai 10 petugas secara bergilir dengan kendali perwira.

"Jadi setiap pos akan ada kendali seorang perwira, seperti Pos tanggap bencana di Pacet akan dikendalikan Polisi, di Pos tanggap bencana Trowulan bakal dikendalikan oleh anggota TNI. Dan yang terakhir sebagai pengendali yakni di kantor BPBD," terangnya.

Sementara itu Muhammad Zaini, Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto mengatakan,
BPBD menyatakan Mojokerto dalam status siaga bencana. Penetapan status siaga bencana menyusul pemetaan BMKG pada bulan Januari hingga Februari 2020, hujan lebat disertai petir dan angin kencang bakal terjadi di Mojokerto.

Selain itu, status siaga bencana juga sesuai dengan surat Keputusan Bupati Mojokerto Nomor 188.45/1338/416-012/2019 tentang status siaga darurat bencana banjir, tanah longsor dan puting beliung. Keputusan status siaga bencana sampai empat bulan kedepan tepatnya pada 31 April 2020.

Sesuai pemetaan, kata Zaini, ada lima daerah yang dipetakan berpotensi adanya bencana Banjir dan Longsor. Antara lain Kecamatan Pacet, Trawas, Gondang, Jatirejo dan Ngoro. Kelima kecamatan ini berada di kawasan geografis hutan dan kaki gunung.

"Kita menghimbau bila terjadi hujan dengan durasi 2-3 jam tanpa henti, maka kepada masyarakat yang berada di daerah rawan banjir dan longsor dihimbau untuk menyiagakan diri. Sebab ancaman bencana bisa terjadi sewaktu waktu," tandasnya. (fad/and)

majamojokerto.com