best website stats Bobol Rumah di Mojokerto, Pria Ini Diringkus Polisi - Suara Mojokerto | MAJA FM 100.7

Bobol Rumah di Mojokerto, Pria Ini Diringkus Polisi

majamojokerto.com

Abdul Rohman (40) warga Desa Kradenan, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi kembali diringkus polisi. Sebab Residivis sekaligus spesialis pembobol rumah kosong itu selalu memakai celana pendek (Katok Kolor dalam bahasa Jawa) dalam setiap kali menjalankan aksinya, yang dipercayainya agar tidak ketahuan pemilik rumah.

AKBP Setyo Koes Hariyatno, Kapolres Mojokerto mengatakan, pelaku sudah beraksi di empat lokasi dengan cara yang sama. Dan terakhir sebelum di tangkap, pelaku melakukan aksi pembobolan di sebuah rumah milik panitera Pengadilan Negeri (PN) Tuban bernama Sumargi yang berada di Desa Blimbingsari, Kecamatan Sooko, Mojokerto.

"Uniknya, dalam melakukan aksinya dia hanya menggunakan kolor. Dihadapan petugas, katanya sebagai ilmu yang di percayanya agar tidak ketahuan oleh pemilik," ujar Kapolres, Jum'at (03/01/20).

Dalam melakukan aksinya, pria yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang pijat ini memanjat setiap rumah yang menjadi sasaran. Kemudian masuk ke rumah dengan hanya menggunakan kolor.

Tanpa sadar, aksinya terekam CCTV. Dalam rekaman tersebut, pelaku hanya memakai kolor dan pemilik rumah pun tertidur pulas. Dari hasil pemeriksaan, pelaku ini bukanlah orang baru.

Di hadapan penyidik, pelaku mengaku sudah melakukan aksi sebanyak 4 kali di wilayah Mojokerto. Selain itu, Abdul Rohman juga merupakan residivis di Banyuwangi.

"Pelaku melawan saat akan ditangkap, sehingga kita beri tembak pada kaki kanan," terangnya kepada Fuad Amanulloh, Reporter Maja FM.

Dari tangan pelaku, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor, satu buah Hp, satu celana pendek, dompet dan uang tunai sebesar Rp 2 juta lebih.

Akibatnya, Rohman dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dalam keadaan yang memberatkan. Ancaman hukumannya maksimal 9 tahun penjara

Pria asal Banyuwangi itu diamankan polisi di rumah keduanya di jalan Kalimas Baru Gang Buntu, Kelurahan Perak Utara, Kecamatan Pabean Cantikan - Kota Surabaya pada 23 Desember 2019.

Setiap akan melakukan aksinya, pelaku selalu melakukan pengintaian selama dua hari. Dia nekat melakukan aksi pencurian karena kebutuhan ekonomi. (fad/and)