best website stats Hari Kedua, KPK Periksa Pejabat Hingga Keluarga MKP - Suara Mojokerto | MAJA FM 100.7

Hari Kedua, KPK Periksa Pejabat Hingga Keluarga MKP

majamojokerto.com

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menelusuri aset dari dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang dilakukan tersangka Mustofa Kamal Pasa (MKP), mantan Bupati Mojokerto.

Informasi yang dihimpun Fuad Amanulloh, Reporter Maja FM, pada hari kedua, Rabu (12/11/2019), KPK memeriksa tukang pijat ayah MKP hingga mantan Kepala Dinas Bapenda di ruang aula lantai dua Polresta Mojokerto.

Nampak hadir Jainul Arifin pemilik tanah di wilayah Tunggal Pager, Kecamatan Pungging. Manager PT Musika beserta HRD, hingga keluarga MKP, serta Istri Renaldi Kabag Pembangunan juga petugas dari PUPR Kabupaten Mojokerto.

"Tadi saya hanya dimintai keterangan teken tanah," ungkap secara singkat, Ketut Ambara, Mantan Kepala Bapeda Kabupaten Mojokerto pensiunan tahun 2017.

Menurutnya, pemeriksaan KPK kali ini tidak lepas dari kasus TPPU yang menjerat MKP mantan Bupati Mojokerto.

Hal yang sama juga diungkapkan Soleh, tukang pijat ayah MKP. Dia mengatakan, pemeriksaan KPK kedua kalinya ini tetap sama dengan persoalan sebelumnya.

"Hanya diperiksa soal tanah di Jatirejo, di sisi lain saya hanya mewakili H. Syukur, karena yang bersangkutan sakit. Ini saya bawa surat keterangan sakitnya," katanya.

Sebelumnya, penyidik KPK sudah melakukan penyitaan berbagai aset milik MKP yang dilakukan sejak tahun 2018 silam, yakni berupa tanah hingga kendaraan.

MKP, mantan Bupati Mojokerto sebagai tersangka Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) pada 18 Desember 2018 lalu. Penetapan ini merupakan hasil pengembangan perkara suap dan gratifikasi dengan terpidana MKP sebesar Rp 34 miliar. MKP disangkakan melanggar pasal 3 dan/atau pasal 4 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU.

Selain itu, MKP diduga menerima fee dari rekanan pelaksana proyek proyek di lingkungan Pemkab Mojokerto, Dinas dan SKPD/OPD, Camat, dan Kepala Sekolah SD, SMA, di Kabupaten Mojokerto. Dari penerimaan gratifikasi sekitar Rp 34 miliar, KPK menemukan dugaan TPPU yang dilakukan MKP.

MKP diduga menempatkan, mentrasfer, mengalihkan, membelanjakan, membayarkan, menghibahkan, menitipkan, membawa ke Iuar negeri, mengubah bentuk hasil suap yang diterimanya.

Uang tersebut sebagian diantaranya disetorkan ke rekening bank melalui perusahaan milik keluarga pada Musika Group, yaitu CV Musika, PT Sirkah Purbantara (SPU-MIX) dan PT Jisoelman Putra Bangsa dengan modus utang bahan. (fad/and)