best website stats Spesialis Pencuri di Kamar Rawat Inap RS dan Puskesmas di Mojokerto Diringkus Polisi, Begini Modusnya - Suara Mojokerto | MAJA FM 100.7

Spesialis Pencuri di Kamar Rawat Inap RS dan Puskesmas di Mojokerto Diringkus Polisi, Begini Modusnya

majamojokerto.com

Anggota Resmob Satreskrim Polres Mojokerto berhasil meringkus spesialis pencuri di kamar rawat inap rumah sakit dan Puskesmas di Mojokerto.

Informasi yang dihimpun Fuad Amanulloh, Reporter Maja FM, tidak hanya satu kali, selama dua tahun beraksi pria bernama Hariyanto alias Irek (43) asal Dusun Krajan, Desa Lumbung Rejo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan tersebut sudah beraksi di 15 lokasi yang tersebar di beberapa kota.

"Di Kabupaten Mojokerto dia sudah beraksi di 9 lokasi, mulai beraksi di Puskesmas dan Rumah sakit. Dan yang terakhir beraksi di Puskesmas Kutorejo. Pelaku terekam CCTV saat beraksi," ungkap Ipda Teguh Kariyadi, Kasubag Humas Polres Mojokerto, Senin (09/12/2019).

Kata Teguh, pelaku berhasil diamankan oleh petugas di rumahnya di wilayah Pasuruan pada Jum'at lalu (06/12/2019) sekitar pukul 23.30 WIB. Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku sudah beraksi sejak dua tahun yang lalu dan sudah beraksi di 15 tempat kejadian perkara.

"Dia ini memang spesialis Rumah sakit / Puskesmas. Dia beraksi dengan modus berpura-pura menjadi penjenguk pasien atau keluarga," paparnya.

Tak hanya di Mojokerto, selama melakukan aksinya pelaku selalu berpindah pindah tempat. Diantaranya pelaku pernah melakukan aksi pencurian di wilayah Mojoagung, Gresik, Kota Mojokerto, Pasuruan, Sidoarjo, Dan Lamongan.

Sedangkan di Kabupaten Mojokerto, pelaku pernah melakukan aksi pencurian di Puskesmas Kutorejo, Puskesmas Dlanggu, Klinik Ikfina Bangsal, Puskesmas Gayaman, Klinik Sehat PPNI, Rumah Sakit Dian Husada dan Puskesmas Dinoyo.

"Yang menjadi sasaran adalah barang-barang berharga milik para pasien dan penunggu orang sakit, dia selalu beraksi pada malam hari," jelasnya.

Dari tangan pelaku, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor yang selama ini digunakan beraksi, dua hp serta pakaian yang digunakan pelaku untuk beraksi.

"Kita kenakan pasal 363 KUHP, ancamannya Lima tahun penjara," tandasnya. (fad/and)