best website stats Diterpa Hujan Disertai Angin Kencang di Mojokerto, Atap Rumah Rusak Hingga Pohon Tumbang - Suara Mojokerto | MAJA FM 100.7

Diterpa Hujan Disertai Angin Kencang di Mojokerto, Atap Rumah Rusak Hingga Pohon Tumbang

majamojokerto.com

Hujan disertai angin kencang terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Mojokerto. Akibatnya puluhan rumah hingga kios porak poranda.

Dari data yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, hujan deras disertai angin kencang terjadi di 4 kecamatan. Yakni Dawarblandong, Mojosari, Dlanggu dan Puri.

Muhammad Zaini, Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto mengatakan, hujan deras disertai angin kencang menyebabkan 10 rumah di Kecamatan Dawarblandong rusak, 3 kios di Kecamatan Puri rusak dan sejumlah pohon tumbang di Mojosari dan Dlanggu.

Hujan deras disertai angin kencang di beberapa Kecamatan itu terjadi pada Senin sore (02/11/2019) sekitar pukul 15.00 WIB. "Tidak ada korban jiwa hanya menyebabkan kerusakan pada atap rumah dan kios serta pohon tumbang," ungkapnya kepada Fuad Amanulloh, Reporter Maja FM.

Dari hasil pendataan dilapangan, imbas angin kencang menyebabkan 10 rumah di Dusun Jublangsari, Desa Simongagrok Kecamatan Dawarblandong, 3 kios di Desa Tangunan, Kecamatan Puri mengalami kerusakan pada bagian atap.

Selain itu, 3 pohon ukuran besar tumbang di Desa Randubango, Kecamatan Dlanggu dan Desa Pekukuhan, Mojosari. "Alhamdulillah untuk pohon tumbang sudah dievakuasi," paparnya.

Sementara data yang didapat dilapangan, angin kencang juga menyebabkan empat tenda kontes hewan di Desa Kebon Agung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto berterbangan.

Bahkan saat terjadi angin kencang, banyak peserta kontes panik, karena angin kencang memporak porandakan tenda kontes berterbangan, roboh dan rusak parah.

Dedi (30), salah satu peternak asal Kecamatan Jatirejo mengatakan, angin kencang terjadi hanya sekitar 10 menit. "Awalnya hujan deras, tidak lama angin kencang sekitar 10 menit. Angin sampai membuat tenda roboh, ada tenda yang terbang hingga 100 meter," ungkapnya.

Dia mengaku berlindung didalam mobil pickup yang mengangkut hewan kambing kontes. Akibat tiupan angin yang membuat tenda kontes hewan berterbangan dan roboh menimpa orang yang dibawahnya. Satu orang terluka tertimpa tenda yang roboh.

Meski sejumlah peserta memilih pulang karena menilai kondisi tidak kondusif, namun pihak panitia menyampaikan jika acara kontes hewan tersebut tetap berlanjut. "Masih langsung, ini setiap kecamatan minimal diikuti 18 hewan baik sapi maupun kambing," tutur Tono, salah satu panitia. (fad/and)

majamojokerto.com