best website stats Ini Klarifikasi Pihak Sekolah, Terkait Siswa-siswi SMKN 1 Trowulan, Mojokerto Gelar Aksi - Suara Mojokerto | MAJA FM 100.7

Ini Klarifikasi Pihak Sekolah, Terkait Siswa-siswi SMKN 1 Trowulan, Mojokerto Gelar Aksi

majamojokerto.com

Ratusan Siswa SMK Negeri 1 Trowulan Kabupaten Mojokerto menggelar aksi di halaman
Sekolahnya. Mereka menuntut pencopotan kepala sekolah yang di jabat Irni Istiqomah hingga adanya pungutan berkedok tabungan wajib.

Menanggapi hal tersebut, pihak sekolah menganggap terdapat mis komunikasi antara pihak sekolah dan para siswa. Sebab uang tabungan wajib para siswa yang dibayar setiap bulan untuk biaya pengembangan siswa.

Hal itu disampaikan Umi Hasanah, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMKN 1 Trowulan, Senin (02/11/2019).

Dia mengatakan, tabungan wajib yang dibayar para siswa SMK Negeri 1 Trowulan sudah mendapatkan persetujuan wali murid.

"Setelah kami rapatkan, kami sepakat dan kami semua terbuka, tabungan sudah dirapatkan dengan wali murid. Semuanya sudah jelas karena wali murid sudah punya surat edaran yang ditanda tangani Kepala Sekolah dan komite sekolah," ungkapnya kepada Fuad Amanulloh, Reporter Maja FM.

Dia mengatakan, tabungan wajib bagi para siswa digunakan untuk membiayai kegiatan pengembangan diri siswa yang tidak didanai Bantuan Operasional Sekolah (BOS) maupun Program Gratis Berkualitas (Tistas). Salah satunya kegiatan kunjungan industri, yaitu study tour para siswa ke sebuah pabrik atau tempat usaha sesuai jurusan masing-masing.

Menurutnya, besaran tabungan wajib di setiap jurusan berbeda-beda. Paling rendah Rp 75.000 per siswa per bulan. Sedangkan paling tinggi Rp 145.000 per siswa per bulan.

Pungutan itu berlaku bagi siswa kelas X hingga XII di SMKN 1 Trowulan yang mempunyai 27 kelas dengan 800 siswa. "Untuk tuntutan siswa soal pencopotan kepala sekolah, masih belum kita sampaikan," paparnya.

Kata Umi, pemicu demo siswa hari ini, karena banyak siswa yang tidak dapat mengikuti ujian. Karena mereka belum menyelesaikan pembayaran tabungan wajib untuk mendapatkan kartu peserta ujian.

Masih kata Umi, sebelum menggelar aksi, pihak sekolah sebenarnya sudah meminta para siswa untuk melunasi tabungan wajib. Termasuk memperbolehkan para siswa mengambil kartu ujian meski belum membayar, namun hal tersebut tidak dilakukan oleh siswa.

"Saya berani menjamin kok pasti diperbolehkan mengambil kartu ujian, yang penting para siswa ini menghadap ke kordinator tabungan. Bahkan, pihak sekolah juga sudah memangil ketua kelas walupun belum bayar tabungan, harus tetap ikut ujian," jelasnya.

Alasan sebagian siswa enggan menghadap ke Kordinator tabungan untuk mengambil kartu peserta ujian ada beberapa hal. Diantaranya memang tidak mampu membayar serta ada yang sudah dikasih orang tuanya, tapi tidak dibayarkan.

Imbas dari aksi ratusan siswa SMK Negeri 1 Trowulan pada Senin (02/12/19) pihak sekolah akan menunda proses ujian akhir semester ganjil yang seharusnya di jadwalkan mulai hari ini (02/11/2019) hingga Jum'at (06/12/19) hingga kondisi di sekolah kembali kondusif.

"Dari hasil rapat bersama Kepala SMKN 1 Trowulan dengan para guru, ujian akhir semester ganjil terpaksa ditunda sampai anak-anak mau sekolah lagi," tandasnya. (fad/and)