best website stats BNN Kota Mojokerto Ungkap Setengah Kg Sabu, 1.053 Butir Ekstasi, dan 2 Tersangka - Suara Mojokerto | MAJA FM 100.7

BNN Kota Mojokerto Ungkap Setengah Kg Sabu, 1.053 Butir Ekstasi, dan 2 Tersangka

majamojokerto.com

Peredaran Narkoba di Kota Mojokerto sudah dibilang kondisi darurat. Sebab sejak awal 2019 hingga saat ini, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Mojokerto berhasil menyita sejumlah barang bukti narkoba.

Dari data yang dihimpun Fuad Amanulloh, Reporter Maja FM, dalam kurun waktu 11 bulan terhitung sejak awal 2019 hingga kini, BNNK berhasil meringkus dua tersangka dari dua kasus dengan jumlah barang bukti 523,49 gram sabu dan 1.053 butir ekstasi.

Jika dibandingkan dengan tahun 2018, jumlah barang bukti yang berhasil diamankan pada tahun ini meningkat drastis.

Tahun 2018, BNN Kota Mojokerto hanya menyita 2,25 gram sabu, uang sebesar Rp 2.080.000, dan handphone sebanyak 5 buah dengan empat tersangka dari tiga kasus.

AKBP Suharsi, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Mojokerto mengatakan, peredaran narkoba hingga saat ini tetap menjadi atensi. Meski memiliki tiga Kecamatan, namun peredaran narkoba di Kota Mojokerto dinilai pada ambang batas.

Hasil ungkap BNN selama dua tahun mengalami kenaikkan dalam jumlah barang bukti, karena adanya penangkapan bandar besar dan pengembangan jaringan-jaringan yang masuk di Mojokerto, khususnya wilayah Kota.

"Jumlah BB tahun ini memang fantastis, karena penangkapan kami lebih kepada bandar besarnya dan jaringan-jaringannya. Jadi jumlah tersangkanya hanya sedikit," paparnya.

Barang bukti pada tahun ini, kata Suharsi, telah mencapai setengah kilogram sabu. Bahkan ribuan ekstasi juga berhasil diamankan dari tangan bandar sabu.

Hal ini menunjukkan jika kondisi di Kota Mojokerto darurat narkoba. Bahkan peredaran narkoba jenis pil double L maupun ekstasi dengan mudah menyasar pelajar SMA bahkan SMP di Kota Mojokerto.

"Yang dikhawatirkan memang masuknya narkotika jenis Pil double L dan ekstasi di kalangan pelajar khususnya SMP dan SMA. Selain harganya terjangkau, para pelajar juga dengan mudah mendapatkan," terangnya.

Untuk itu Suharsi menghimbau, agar para orang tua maupun guru terus melakukan pengawasan.

"Kalau peredaran sabu, biasanya cenderung menyasar pekerja swasta khususnya sopir kendaraan besar seperti truk, pekerja dunia malam, maupun karyawan pabrik," tandasnya. (fad/and)