best website stats Protes Insentif Go-Car, Driver Online Mojokerto Demo dan Ancam Tutup Kantor - Suara Mojokerto | MAJA FM 100.7

Protes Insentif Go-Car, Driver Online Mojokerto Demo dan Ancam Tutup Kantor

majamojokerto.com

Puluhan sopir taksi online yang merupakan mitra GoJek melakukan aksi unjuk rasa didepan kantor Gojek di jalan raya Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto. Mereka mengancam akan menutup kantor gojek, sekaligus menuntut skema baru turunnya insentif sebesar Rp 65 ribu.

Dari pantauan Fuad Amanulloh, Reporter Maja FM, dengan dijaga ketat oleh aparat kepolisian, puluhan sopir online nampak membawa berbagai sepanduk bertuliskan tuntutan. Para sopir taksi online mengepung kantor gojek dan melakukan orasi secara bergilir. Mereka juga membawa karangan bunga untuk kantor gojek yang bertuliskan Ikut berduka cita atas Wafatnya Go-Car Mojokerto.

Puas berorasi, mereka melakukan aksi sholat jenazah didepan kantor, dengan mengeluarkan semua hp para peserta untuk dikumpulkan dihadapan mereka.

Selain menuntut skema baru yakni dana insentif sebesar Rp 65 ribu, mereka juga mengancam akan menutup kantor gojek jika tuntutan para driver sopir online tidak dipenuhi.

"Kita akan tutup Kantor Gojek Mojokerto bila tuntutan insentif tak dikembalikan," ungkap Fahmi dalam orasinya didepan kantor Gojek Mojokerto, Selasa (26/11/2019).

Fahmi mengatakan, puluhan driver menuntut keadilan dalam skema baru yang diterapkan oleh perusahaan, yakni turunnya insentif Go -Car yang semula Rp 260 ribu menjadi 65 ribu. Skema baru dirasa memberatkan dan tidak manusiawi.

Selain itu puluhan sopir online juga menuntut kenaikan tarif driver dan adanya pemutusan sepihak oleh kantor gojek.

"Ini sudah tidak manusiawi lah, dengan insentif segitu mana cukup, di hitung mulai dari bensi 100, makan hingga biaya operasional mobil ini saja tidak cukup malah kita bisa rugi," paparnya.

Menurutnya, pemberlakuan skema baru di mulai aktif pada sepuluh hari yang lalu. Sejak itu juga banyak sopir taksi online yang memilih mogok dan tidak beroperasi.

"Kita mogok pun terjadi banyak gesekan antar internet sesama driver, bahkan ada beberapa kawan kawan ini diputus secara sepihak oleh perusahaan," terangnya.

Dalam skema terbaru, sehari minimal sopir online harus mendapatkan 17 kali trip dengan hanya mendapatkan insentif Rp 65 ribu.

"Skema baru total 17 trip hanya mendapat insentif Rp 65 ribu, itu juga dibatasi oleh waktu. Kalau waktu yang ditentukan habis, ya akan kembali nol lagi. Beda skema lama yang mendapat Rp 260 ribu untuk 17 trip. Ini jelas tidak manusiawi,” tegasnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Ilham, seorang driver online yang sudah empat tahun bekerja sebagai sopir online. Menurutnya, dengan insentif Rp 65 ribu jelas sangat memberatkan para sopir.

"Kalau dikalkulasikan dengan nominal insentif 65, dalam sehari minimal kita Go Car mengeluarkan biaya Rp 100 ribu untuk BBM, makan 50 ribu, di tambah perawatan mobil yang bisa mencapai 225 ribu, jelas kita malah rugi. Belum ditambah potongan dari perusahaan sebasar 4400 per trip." jelasnya.

Dia juga mengatakan, sebelum skema baru diterapkan, minimal sopir online bisa mendapatkan keuntungan hingga Rp 130 ribu perhari.

"Kita tidak aneh-aneh kok, tidak apalah kita disamakan dengan perusahaan lain yang insentifnya Rp 115 ribu, asal jangan seperti ini. Kalau begini ini ya kita yang rugi," keluhnya.

Usai melakukan aksi di kantor Gojek di jalan raya Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, puluhan sopir online melanjutkan aksinya didepan kantor DPRD Kabupaten Mojokerto.

Rencananya mereka melakukan hearing kepada DPRD kabupaten Mojokerto dalam permasalahan ini.

Sementara itu pihak kantor gojek saat berusaha dimintai keterangan, enggan memberikan penjelasan. "Tidak ada bapaknya mas, sedang diluar," ucap salah seorang petugas. (fad/and)

majamojokerto.com