best website stats Ratusan Ruang Kelas SD dan SMP Negeri di Mojokerto Kondisinya Rusak, Ini Kata Dinas Pendidikan - Suara Mojokerto | MAJA FM 100.7

Ratusan Ruang Kelas SD dan SMP Negeri di Mojokerto Kondisinya Rusak, Ini Kata Dinas Pendidikan

majamojokerto.com

Kondisi ruang kelas SDN Talun Mojokerto yang rusak. Foto : Detik.com

Ratusan bangunan ruang kelas SD dan SMP Negeri diwilayah Kabupaten Mojokerto kondisinya rusak dengan kategori sedang hingga berat. Namun hingga sekarang belum bisa diperbaiki, karena masih proses pengajuan ke pemerintah.

Informasi yang dihimpun Maja FM, Dinas Pendidikan setempat melakukan survei ke sekolah-sekolah pada bulan Maret 2019. Survei itu mengacu pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Hasilnya, 218 ruang kelas dalam kondisi rusak sedang dan berat di wilayah Kabupaten Mojokerto. Dengan rincian, 132 ruang kelas tersebar di 43 SDN, serta 86 ruang kelas tersebar di 27 SMP Negeri.

Harfendy Setiyapraja, Kabid Sarana dan Prasarana Sekolah Dispendik Kabupaten Mojokerto mengatakan, kerusakan ruang kelas sekolah SD dan SMP Negeri itu rata-rata dibagian atap.

"Rata-rata kerusakan pada bagian kerangka atap karena lapuk dimakan umur dan rayap. Kerusakan ini mendesak untuk diperbaiki karena atap ruang kelas menyangkut keselamatan para siswa," katanya, Rabu (20/11/2019).

Kata Harfendy, kerusakan tidak hanya di ruangan kelas saja, juga ruang perpustakaan di 25 SDN, 13 SDN yang ruang gurunya rusak, serta 69 SDN yang kamar mandinya rusak.

Termasuk 5 SMPN rusak pada ruang laboratorium IPA, 2 SMPN yang ruang laboratorium komputernya rusak, 2 SMPN yang ruang perpustakaannya rusak, dan 1 SMPN yang ruang gurunya juga mengalami kerusakan.

Jika ditotal ada 239 ruangan di SDN serta 96 ruangan di SMPN yang kini kondisinya rusak sedang hingga berat. Untuk memperbaiki seluruh kerusakan fasilitas pendidikan itu dibutuhkan anggaran sekitar Rp 33,6 miliar.

"Nilai kebutuhan anggaran kami Rp 21 miliar untuk rehab SDN dan Rp 12,6 miliar untuk SMPN," terangnya.

Namun perbaikan terhadap 335 ruangan yang rusak di SDN dan SMPN itu tidak bisa dilakukan tahun ini. Kata Harfendy, saat ini masih mengajukan ke Pemkab Mojokerto dan Pemerintah Pusat untuk kebutuhan anggaran perbaikan, yakni berupa Dana Alokasi Khusus (DAK) yang bersumber dari APBN. "Kami berharap bisa direalisasikan tahun depan," terangnya. (gk/and)