best website stats Diduga Cabuli Gadis di Mojokerto, Seorang Dokter Dilaporkan ke Polisi - Suara Mojokerto | MAJA FM 100.7

Diduga Cabuli Gadis di Mojokerto, Seorang Dokter Dilaporkan ke Polisi

majamojokerto.com

Foto : Ilustrasi

Seorang dokter yang membuka praktik di Kecamatan Mojosari, Mojokerto dilaporkan ke Unit PPA Satreskrim Polres Mojokerto dengan dugaan melakukan aksi pencabulan terhadap gadis dibawah umur.

Korban berinisial PL (15) asal Kecamatan Jatirejo. Sedangkan dokter yang diduga melakukan aksi persetubuhan berinisial AD (57) asal Pasuruan.

Informasi yang dihimpun Fuad Amanulloh, Reporter Maja FM, terduga pelaku melakukan aksi pencabulan pada Senin (26/8/2019) sekitar pukul 11.00 WIB di ruang praktek yang berlokasi di Jalan Raya Desa Seduri, Kecamatan Mojosari.

Ipda Teguh Kariyadi, Kasubbag Humas Polres Mojokerto saat dikonfirmasi membenarkan, adanya laporan kasus dugaan pencabulan terhadap seorang gadis yang masih berusia 15 tahun asal Jatirejo.

" Iya, kemarin pada hari Senin 18 November 2019 ada laporan masuk di meja saya kasus pencabulan," ungkapnya, Kamis (21/11/2019).

Menurutnya, kasus dugaan pencabulan dilakukan oleh seorang dokter berinisial AD, berawal saat korban dikenalkan oleh temannya berinisial AN (30) warga asal Bangsal kepada terlapor.

"Usai korban dikenalkan oleh terlapor dan di ajak ke tempat praktek, korban langsung di ajak masuk ke dalam ruangan terlapor. Disana korban katanya di ajak ngobrol dan di suruh membuka baju hingga terjadi aksi pencabulan," terangnya.

Kata Ipda Teguh, usai di cabuli, korban di beri uang oleh terlapor sebesar Rp 1,5 juta. Korban kemudian membagi uang itu sebesar Rp 500 ribu kepada AN (30), yang saat itu menunggu di ruang tamu praktek. "Ini masih dikembangkan oleh petugas PPA," ungkapnya.

Aksi dugaan pencabulan terhadap korban terungkap, saat orang tua korban merasa curiga akan gerak-gerik anaknya. Karena tidak terima, orang tua korban langsung melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian. "Untuk barang bukti, petugas sudah melakukan visum terhadap korban," tandasnya. (fad/and)