best website stats Polisi Gerebek Tempat Pengolahan Ayam Tiren di Mojokerto - Suara Mojokerto | MAJA FM 100.7

Polisi Gerebek Tempat Pengolahan Ayam Tiren di Mojokerto

majamojokerto.com

Polisi berhasil mengungkap tempat pengolahan jeroan ayam Tiren (Mati Kemarin) yang berlokasi di Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Satu pelaku diamankan beserta belasan kilo ayam mati yang akan siap dikirim.

Informasi yang dihimpun Fuad Amanulloh, Reporter Maja FM,tempat tinggal Alex Suwardi (54) yang berlokasi di Dusun Balong Lombok, Desa Bolong Mojo, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, diduga menjadi tempat pengelolaan daging tak layak konsumsi yang disalurkan ke pasar tradisional.

AKBP Setyo Koes Heriyatno, Kapolres Mojokerto mengatakan, kasus ini terbongkar berawal dari laporan masyarakat, kemudian polisi langsung mengecek ke lokasi dan mengetahui sejumlah pekerja sedang beraktivitas memotong ayam tiren.

"Kita amankan satu pelaku Alex Suwardi (54) warga asal Malang, pada Sabtu (09/11/2019), dia sebagai pemilik," ungkapnya.

Dilokasi pengerebekan, petugas mendapati banyak ayam tiren yang siap diedarkan. Keterangan yang didapat, jika ayam-ayam tersebut bakal dijual kembali di wilayah Malang dengan harga yang lebih rendah.

" Modusnya, pelaku ini hanya sebagai pengelola. Dia mendapatkan ayam-ayam yang sudah mati dari seseorang di wilayah Gondang. Kemudian di olah kembali dengan cara diambil pada bagian jeroanya dan dipisahkan dengan dagingnya," terangnya.

Dari situ, kemudian di packing dan dimasukkan ke dalam mesin pendingin dan dijual. Dari keterangan pelaku, penjualan ayam tiren diambil langsung oleh seseorang dari wilayah Malang.

Hingga kini polisi masih melakukan pengembangan, berapa lama dia beraksi. Sebab saat ini dia mengaku belum sampai mengedarkan ayam-ayam tersebut karena keburu ketangkap.

Untuk memastikan ayam-ayam tiren itu mengandung zat berbahaya, polisi juga meminta Dinas Peternakan dan Dokter hewan Kabupaten Mojokerto. "Hasilnya ayam-ayam ini memang berbahaya," jelasnya.

Sementara itu, Alex pemilik produksi ayam tiren mengaku, pihaknya sudah bertransaksi dengan pengusaha peternakan sebanyak dua kali. "Pertama saya dikirimi dua kilo, kemudian dikirim lagi 10 karung sak ayam mati namun saya kembalikan 7 karung karena kebanyakan," jelasnya.

Setiap satu kilo gram ayam tiren yang sudah dikelola, pelaku menjual kembali dengan harga di bawa rata-rata yakni 15 ribu perkilo. "Kalau dari peternak, ayam yang meninggal per satu kilogram saya beli dengan harga 2 ribu rupiah,"

Akibat perbuatannya, pelaku terancam undang-undang perlindungan konsumen dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (fad/and)

majamojokerto.com