best website stats Situs Kumitir di Mojokerto Jadi Perhatian Serius Pemerintah Pusat - Suara Mojokerto | MAJA FM 100.7

Situs Kumitir di Mojokerto Jadi Perhatian Serius Pemerintah Pusat

majamojokerto.com

Situs tumpukan batu bata kuno yang diduga berbentuk pagar yang mengelilingi bangunan di Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto mendapatkan perhatian serius dari pemerintah.

Informasi yang dihimpun Fuad Amanulloh, Reporter Maja FM, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementrian dan Pendidikan yang di wakili oleh Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Fitra Arda, bersama Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi meninjau situs Kumitir, Jum'at ( 07/11/2019).

Pasca ditemukan oleh pembuat batu bata hingga dilakukan ekskavasi tahap pertama selama 21 sampai 30 Oktober lalu, situs Kumitir nampak tumpukan batu bata yang membentang sepanjang 27 meter dengan ketinggian antara 120 cm hingga 150 cm, dengan ketebalan 140 cm dan terdapat 5 pilar penguat. Setiap bata penyusunnya mempunyai dimensi 32 x 18 x 6 cm.

Kata Fitra Arda,  pihaknya akan melakukan pendaftaran sesuai dengan pasal 8, kemudian dilakukan berbagai intervensi dalam tahap pemugaran. "Tahap awal kita masih mencari batasan batasan situs ini dan luasan, sementara masih kita temukan di sisi timur. Untuk barat, utara akan kita cari kemudian akan mengambil kebijakan," terangnya.

Baca juga : Situs Kumitir di Mojokerto Diyakini Sebagai Tempat Pendharmaan 2 Raja Singosari, Begini Penjelasan BPCB

Menurutnya, selama masa penelitian hingga tahapan selanjutnya, akan memperhatikan masyarakat sekitar terlebih para pekerja yang lahannya ditemukan situs. " Kita hanya berharap masyarakat tetap bisa bekerja dan bertahan hidup, meski dilokasi ini disebut sebagai cagar budaya," katanya.

Dia juga berharap, adanya kerja sama dengan komunitas yang dianggap mampu dijadikan sebagai jembatan antara masyarakat dan pemerintah. " Sehingga kita bisa mendengar semua aspirasi yang di inginkan warga," tandasnya.

Teramsuk pihaknya juga belum menerima usulan anggaran untuk kompensasi dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim. Sehingga sampai sekarang kompensasi belum masuk dalam anggaran 2020.

Sebagai solusi, akan mengambil dana dari pos anggaran penanganan kasus untuk memberi kompensasi ke para perajin bata merah. Sebab saat ini anggaran Kemendikbud untuk tahun depan sedang dibahas dengan DPR RI dan akan segera disahkan.

"Mungkin kami bisa memasukkan ke ranah penanganan kasus, tahun ini pemerintah hanya mengalokasikan dana Rp 2 miliar. Itupun untuk penanganan kasus seluruh Indonesia " jelasnya.

Fitra juga menjanjikan kompensasi bagi para perajin bata merah di situs Kumitir bisa dicairkan tahun depan. Hanya saja, dia meminta agar para perajin sabar menanti hingga kompensasi cair.

Sementara itu, Pungkasdi - Wakil Bupati Mojokerto mengatakan, pihaknya datang ke situs tersebut untuk memberikan sosialisasi dan pentingnya menjaga sejarah, termasuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat. Masyarakat juga diminta segera melaporkan jika ada temuan baru.

" Pemkab siap membantu dalam memberikan sosialiasi kepada masyarakat terkait situs Kumitir yang kini masih diteliti oleh BPCB. Kita berharap agar segera selesai agar kita bisa membantu dalam sektor mana," paparnya.

Pemkab Mojokerto masih akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait soal ganti rugi. " Wong tadi saya malah bertanya kepada BPCB di daerah maupun pusat, bagaimana nasib warga saya yang kena dampak. Hasilnya ini masih kita koordinasikan," pungkasnya. (fad/and)