best website stats Hampir Seratus Warga Desa Padusan Pacet, Mojokerto, Nglurug Kantor Desa, Ini Tuntutannya - Suara Mojokerto | MAJA FM 100.7

Hampir Seratus Warga Desa Padusan Pacet, Mojokerto, Nglurug Kantor Desa, Ini Tuntutannya

majamojokerto.com

Hampir seratus warga Desa Padusan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto meluruk Kantor Desa setempat, Kamis (07/11/19).

Mereka menuntut kejelasan adanya aktivitas tambang galian batu di Tanah Kas Desa (TKD) dan juga meminta transparansi anggaran pengelolaan TKD.

Informasi yang dihimpun Fuad Amanullih, Reporter Maja FM, sejak pukul 09.00 WIB ratusan warga yang didominasi kaum muda mendatangi kantor balai Desa, sambil menunggu pihak pemerintah desa dan pihak ketiga duduk bersama dalam menyelesaikan beberapa tuntutan warga yang sebelumnya sudah mendatangi balai desa.

Sekitar pada pukul 10.00 WIB, ratusan warga yang sudah menunggu baru ditemui oleh perangkat desa dan pihak ketiga. Baru saja dimulai, suasana ricuh dalam ruangan sudah mulai terasa. Di awali dari salah seorang warga yang langsung mempertanyakan pertanggungjawaban pihak perangkat Desa soal tuntutan warga.

" Saya tidak mau ber tele-tele, yang masyarakat ingin dalam forum ini segera ada keputusan dan satu yang memberikan jawaban adalah orang yang memang bersangkutan," ujar, salah seorang bernama Erwin.

Hal itu langsung mendapat respon dari pihak pemerintah desa yang hadir dalam pertemuan tersebut. Suasana semakin memanas di saat salah seorang dari pihak ketiga, melontarkan kata pengusiran terhadap Erwin. Lantaran Erwin dianggap sebagai pericuh.

Aksi saling adu mulut pun sempat terjadi. Beruntung, kericuhan tersebut berhasil diredam oleh pihak Polisi dan TNI yang datang di tengah-tengah masyarakat.

Tak berhenti disitu, usai berjalan hampir 30 menit, pertemuan antara ratusan warga dan perangkat desa kembali ricuh karena warga menganggap semua penjelasan pihak yang bersangkutan hanya sebagai alibi. Warga pun memilih keluar dari pertemuan.

Jamjuri, salah seorang warga sekitar mengatakan, kedatangan warga kali ini tidak lain mempertanyakan kejelasan aktivitas penambangan di Tanah Kas Desa (TKD) dan transparansi anggaran pengelolaan dua gedung di tanah kas desa.

" Kita sudah melaporkan ke polisi, soal pengerukan batu di tanah kas desa yang dijual keluar," uangkapnya.

Saat melakukan aktivitas, kata Jamjuri, tidak ada kesepakatan antara desa dan pihak ketiga, namun batu sudah di bawa keluar. " Apapun bentuknya ini sudah menyalahi aturan, di tambah tidak adanya kesepakatan dan juga sosialisasi kepada warga," paparnya.

Menurutnya, di lokasi TKD saat ini tengah berdiri dua bangunan yakni villa dan gedung serba guna. Namun warga menyebut hal itu juga menyalahi aturan. Lantaran MoU dari sewa lahan TKD Desa Padusan dengan pihak keduanya belum ada.

" Sewa lahan TKD tidak sesuai dengan Perbup, dimana tanah TKD itu harusnya dilelang. Namun hal itu tidak di sosialisasikan kepada warga, sehingga warga tidak mengetahui," jelasnya.

Masyarakat juga sudah melaporkan kasus ini kepada pihak yang berwajib, lantaran dianggap sudah masuk dalam ranah kriminal.

Sementara itu, pihak perangkat desa saat berusaha dikonfirmasi menolak untuk memberikan penjelasan. Setiap perangkat desa, mulai dari Sekretaris Desa, PLT Kepala desa hingga mantan lurah tak mau berkomentar saat berusaha dimintai keterangan. (fad/and)