best website stats DLH akan Terjunkan Tim Untuk Selidiki Pencemaran Sungai di Mojokerto - Suara Mojokerto | MAJA FM 100.7

DLH akan Terjunkan Tim Untuk Selidiki Pencemaran Sungai di Mojokerto

majamojokerto.com

Kondisi sungai Ledeng yang berlokasi di Dusun Sememi, Desa Modopuro, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto sangat memperihatinkan. Selain membuat banyak warga geram, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bakal menerjunkan tim untuk menyelidiki pencemaran di Sungai Ledeng.

Didik Chusnul Yakin, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto saat dihubungi Fuad Amanulloh, Reporter Maja FM melalui sambungan telepon mengatakan, pihaknya segera menerjunkan tim untuk melakukan penyelidikan, terkait dugaan tercemarnya sungai Ledeng karena pembuangan limbah pengolahan usus oleh warga sekitar.

"Tim yang akan kita terjunkan yakni petugas laboratorium DLH, serta Seksi Pemeriksaan dan Penyelidikan, hal ini untuk mengungkap sumber limbah dan dampaknya terhadap mutu air," terangnya.

Menurutnya, dalam waktu yang tidak lama, pihaknya akan segera turun tangan untuk melihat kondisi di Sugai Ledeng yang kemarin sempat dia ketahui dari media massa.

Selain itu pihaknya juga akan menugaskan tim mengambil sampel limbah di Sungai Ledeng. Sampel akan diteliti di laboratorium milik DLH Kabupaten Mojokerto. "Sampel akan kami teliti untuk mengetahui sejauh mana pencemaran di sungai itu," ungkapnya.

Kata Didik, untuk upaya menghentikan pencemaran Sungai Ledeng harus di awali dari kesadaran masyarakat. Terlebih, para pengusaha agar tidak membuang sampah dan limbah ke sungai.

Kondisi Sungai Ledeng hingga kini masih sangat memperihatinkan. Sungai yang menghubungkan antara desa Salen ke Sugai Sadar diduga tercemar oleh limbah pengolahan usus yang dikelola oleh warga sekitar. Sepanjang kurang lebih 200 meter hanya nampak tumpukan sampah yang diduga tercemar Limbah produksi usus dan sampah rumah tangga.

Kondisi ini sudah berjalan bertahun-tahun. Bahkan warga sekitar menyebutkankan, akibat tercemarnya sungai berimbas pada pasokan air milik warga dan tanaman milik petani. (fad/and)

majamojokerto.com