best website stats Terdakwa Pembunuh dan Pembakar Pengusaha Asal Mojokerto Divonis Hukuman Mati - Suara Mojokerto | MAJA FM 100.7

Terdakwa Pembunuh dan Pembakar Pengusaha Asal Mojokerto Divonis Hukuman Mati

majamojokerto.com

Dua terdakwa kasus pembunuhan dan pembakar pengusaha rongsokan Eko Yuswanto warga Dusun Tumenggung, Desa Kejagan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, telah divonis dengan hukuman yang berbeda.

Informasi yang dihimpun Fuad Amanulloh, Reporter Maja FM, terdakwa I yakni Priono Alias Yoyok Bin Jupri divonis dengan hukuman mati. Sedangkan terdakwa II yakni Dantok Narianto Alias Gondol Bin Dodik Narianto dengan pidana penjara selama  20 tahun.

Joko Waluyo Ketua Majelis Hakim dengan didampingi hakim anggota Erham dan Ardiani menyatakan, Priono dan Dantok melanggar Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana Juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP dan Pasal 181 ayat (1) KUHP, tentang Menghilangkan Jenazah untuk Menyembunyikan Kematian juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP.

Dia menilai, perbuatan mereka keji, tidak berperikemanusiaan, serta menimbulkan kesedihan mendalam bagi keluarga korban.

"Menjatuhkan hukuman mati kepada terdakwa I Priono Alias Yoyok Bin Jupri di vonis dengan hukuman mati, dan Terdakwa II Dantok Narianto Alias Gondol Bin Dodik Narianto dengan pidana penjara selama  20 (dua puluh) Tahun," ungkapnya.

Vonis hukuman mati membuat Priono menangis dan menunduk sembari mengusap air matanya dengan kedua telapak tangannya. Sedangkan, Dantok nampak tegar menerima hukuman 20 tahun penjara.

Sementara itu, Kholil Askohar - Kuasa Hukum kedua terdakwa mengaku keberatan dengan vonis mati yang dijatuhkan terhadap Priono. Untuk itu pihaknya akan mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya. Dia berharap hukuman Priono disamakan dengan Dantok yakni 20 tahun penjara.

"Kami harus perjuangkan hak dia. Dia masih mempunyai anak dua dan istri yang masih butuh untuk kehidupan sehari-hari, dia tulang punggung keluarga. Seringan-ringannya mungkin 20 tahun," tandasnya.

Beberapa saat setelah sidang berakhir, sekitar pukul 09.00 WIB, istri dan ibu kandung korban tiba di PN Mojokerto. Mereka dikawal sejumlah pesilat PSHT. Ibu korban sempat pingsan didepan pengadilan. Dia lantas dibawa pulang oleh keluarganya setelah mendapat pertolongan medis.

Baca juga : Polisi Gelar Rekonstruksi, Terkait Pengusaha di Mojokerto Yang Dibunuh dan Dibakar

Dalam persidangan kali ini, ratusan polisi disiagakan di lokasi di kantor Pengadilan Negri. Karena pengusaha rongsokan asal Dusun Temenggungan, Desa Kejagan, Kecamatan Trowulan, Mojokerto itu merupakan warga perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT). Sehingga polisi mengantisipasi pergerakan massa PSHT ke PN Mojokerto.

Petugas menutup jalan menuju ke PN Mojokerto di dua titik. Yaitu di simpang 4 Sooko, Mojokerto sebelah selatan kantor PN, serta di tugu perbatasan wilayah Kota dengan Kabupaten Mojokerto sebelah utara kantor pengadilan.

Selain itu jadwal persidangan juga dimajukan dari agenda awal pada pukul 10.00 WIB, menjadi pukul 08.00 WIB. (fad/and)