best website stats Musim Kemarau Panjang, Siswa dan Guru di Mojokerto Gelar Sholat Minta Hujan - Suara Mojokerto | MAJA FM 100.7

Musim Kemarau Panjang, Siswa dan Guru di Mojokerto Gelar Sholat Minta Hujan

majamojokerto.com

Wilayah Kabupaten Mojokerto, hingga saat ini masih mengalami kekeringan di 3 Kecamatan. Bahkan hutan dengan luasan ratusan hektar juga hangus terbakar akibat musim panas yang berkepanjangan.

Kekeringan panjang itu mengundang keprihatinan para guru dan siswa di MI Al Huda yang berada di Desa Batan Krajan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. Siswa beserta dewan guru menggelar sholat Istisqa (minta hujan) di lapangan setempat, Selasa (14/10/2019).

Dari pantauan Fuad Amanulloh, Reporter Maja FM, ratusan siswa yang terdiri dari kelas 4 hingga 6 nampak antusias dalam menunaikan sholat minta hujan. Mereka secara kompak membawa sajadah dan tikar. Selama perjalanan dari sekolah menuju lapangan yang kurang lebih berjarak 50 meter, para siswa terus melantunkan sholawat.

Sesampainya di lapangan, ratusan siswa ini kemudian membeber sajadah maupun tikar yang mereka bawa. Mereka juga nampak khusuk selama menunaikan shalat.

Muhammad Izul Al Khafi, Guru agama MI Al Huda mengatakan, sholat minta hujan (istisqa) ditengah tanah lapang memiliki hukum sunnah bagi warga muslim.

Untuk itu di musim kemarau yang berkepanjangan sejak enam bulan kemarin hingga kini belum turun hujan, para siswa siswi dan guru menggelar sholat ini agar segera diturunkan hujan.

" Kita memohon ampunan kepada Alloh dan selalu bersedekah, serta meminta agar diturunkan hujan di musim kemarau ini. Sebab sejak enam bulan lebih belum juga turun hujan," tuturnya.

Dilain sisi, teriknya matahari juga akhir-akhir ini begitu panas. Sehingga ini momen yang pas jika meminta agar segera diturunkan hujan.

Kegiatan tersebut, kata Izul, juga sebagai pembelajaran bagi siswa dalam syariat Islam sunnah hukumnya sholat meminta hujan. Sehingga, tertanam rasa syukur, sabar dan tawakal kepada Allah.

Sementara itu, Firman Tri Bayu Prakoso, salah satu siswa MI Al Huda berharap, dengan digelar sholat istisqa, agar hujan segera turun.

" Karena di Desa saya sudah lama tak turun hujan, cuacanya juga lumayan panas kita di berharap agar segera turut hujan. Kita juga mendo'akan warga yang sedang dilanda kekeringan agar hujan segera turun, biar tak kesulitan mendapatkan air," terangnya.

Bencana kekeringan dan kebakaran hutan hingga saat ini masih melanda di Kabupaten Mojokerto.

Bencana kekeringan sudah melanda di tiga kecamatan, yakni kecamatan Trawas, Ngoro dan Dawarblandong. Sedangkan Kebakaran hutan selama musim kemarau ini telah menghanguskan 725 hektare hutan

Bahkan Pemerintah Kabupaten Mojokerto menetapkan setatus tanggap darurat bencana kebakaran hutan dan lahan hingga 27 Oktober 2019 mendatang. (fad/and)