best website stats Angka Pengangguran di Kota Mojokerto Mencapai 2 Ribu Lebih, Didominasi Lulusan SMK - Suara Mojokerto | MAJA FM 100.7

Angka Pengangguran di Kota Mojokerto Mencapai 2 Ribu Lebih, Didominasi Lulusan SMK

majamojokerto.com

Meskipun dalam kurun waktu 3 tahun terakhir nilai investasi di Kota Mojokerto terus meningkat, tapi angka pengangguran justru masih tinggi mencapai ribuan.

Informasi yang dihimpun Maja FM, jumlah pengangguran di Kota Mojokerto mencapai 2.340 orang. Mereka sebagian besar berlatar belakang tingkat pendidikan dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Hariyanto, Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Diskumnaker) , mengatakan, untuk tahun 2017, jumlahnya warga yang belum memiliki pekerjaan sebanyak 3.273 orang alias 4,88 persen.

Jika dibandingkan tahun 2018, jumlahnya mengalami penurunan 1,27 persen. Yakni, menjadi 2.430 orang atau 3,61 persen.

Meskipun demikian, jumlah itu masih dianggap tinggi karena berkisar ribuan warga yang tak memiliki pekerjaan alias jobless.

Hariyanto juga mengatakan, sebagian besar pengangguran itu berlatar belakang pendidikan tingkat SMK. Mereka ini masuk dalam angkatan kerja, tapi belum mendapatkan tempat pekerjaan.

’’Tingginya jumlah pengangguran disebabkan jumlah lulusan anak SMK yang masih banyak belum dapat kerja,’’ katanya.

Hariyanto juga menjelaskan, masih belum tertampungnya tenaga kerja produktif itu dipengaruhi minimnya lowongan pekerjaan. ’’Baik di kalangan perusahaan-perusahaan, BUMN maupun BUMD minim lowongan kerja,’’ tandasnya.

Dia juga mengaku berupaya menekan angka pengangguran. Diantaranya, membuka informasi lowongan kerja kepada pencari kerja. Termasuk melatih kewirausahaan yang bersifat nasional dan membuka bursa kerja di tingkat SMK. ’’Ada juga latihan kerja dengan Disnaker Provinsi dengan perusahaan besar,’’ terangnya.

Tahun ini angka pengangguran ditarget turun mencapai 1 persen. Paling tidak angka pengangguran berada di angka 2,6 persen. Salah satu upaya dengan mencari terobosan dana hibah ke Kementerian Koperasi. ’’Tahun ini dapat dana hibah sebanyak 17 pelaku usaha,’’ paparnya.

Hariyanto juga menyatakan, kenaikan tren investasi tiga tahun belakangan juga turut menyumbang penurunan angka penggangguran. ’’Jadi mengisi sektor tenaga kerja di beberapa perusahaan. Dan juga membentuk wirausaha baru. Pemberdayaan dan peningkatan mutu UMKM. Serta, pemberdayaan koperasi kepada anggota untuk jadi wirausahawan,’’ imbuhnya.

Sekedar diinformasikan, dalan kurun tiga tahun terakhir investasi di Kota Mojokerto meningkat. Bahkan per Agustus tahun 2019, nilai investasi mencapai Rp 1,4 triliun lebih dari 99 investor.

Namun, dengan adanya hal itu masih terdapat 2 ribu lebih warga kota Mojokerto dalam kondisi menganggur. (gk/and)