best website stats Proyek Double Track Rel KA di Mojokerto Dimulai, Warga Terdampak Harus Siap-siap Boyongan - Suara Mojokerto | MAJA FM 100.7

Proyek Double Track Rel KA di Mojokerto Dimulai, Warga Terdampak Harus Siap-siap Boyongan

majamojokerto.com

Sejumlah pekerja sedang melakukan tahap pengurukan untuk proyek jalur ganda di Kelurahan/Kecamatan Prajurit Kulon (Jalan Benten Pancasila), Minggu (13/10/2019). Foto : Radar Mojokerto).

Sentuhan fisik awal proyek double track atau jalur ganda rel Kereta Api (KA) Mojokerto-Wonokromo sudah berjalan selama dua pekan. Proses itu berupa pengurukan sebagai fondasi dasar dari jalur ganda.

Informasi yang dihimpun Maja FM, tahapan pengurukan yang dimulai dari Jombang itu ternyata telah berlangsung hingga wilayah Kota Mojokerto. Pengurukan itu dilakukan dengan lebar kurang lebih 13 meter di sebelah selatan rel, atau tepatnya di sisi kiri jalur KA dari arah Surabaya.

Pada Minggu kemarin (13/10/2019), sejumlah truk pengangkut material berupa pasir dan batu (Sirtu) nampak silih berganti melakukan dumping muatan di sepanjang jalur KA di Kelurahan Blooto dan juga Prajurit Kulon. Alat berat seperti backhoe dan juga buldoser juga sibuk melakukan pengerukan serta meratakan tanah.

Sudarto, Pengawas Balai Teknik Perkeretaapian Jawa Bagian Timur mengatakan, proses itu berupa pengurukan sebagai fondasi dasar dari jalur ganda yang menghubungkan Mojokerto-Wonokromo. ’’Iya, kalau tidak salah sudah mulai tanggal 1 (Oktober) lalu,’’ katanya.

Menurutnya, proyek double track dilaksanakan secara multiyears hingga 2020 mendatang. Untuk tahun ini sentuhan fisik bakal difokuskan untuk jalur KA yang melintas di wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto. ’’Jadi mulai Jombang sampai Mojokerto dulu,’’ jelasnya.

Proses pengurukan juga nampak di jalur KA di Jalan Benpas. Sudarto mengaku, pihaknya tidak mengetahui pasti berapa lama tahap awal itu akan berlangsung.

Sedangkan untuk puluhan rumah yang terdampak di wilayah Kota Mojokerto, Sudarto menyatakan, jika warga diminta bersiap-siap mengosongkan rumah. Karena lahan yang ditempati hunian di sepanjang Kelurahan Prajurit Kulon dan Miji itu merupakan aset milik PT KAI.

Apalagi  pihaknya telah melakukan pendekatan dan sosialisasi sejak 2 tahun lalu kepada warga yang terdampak. Sehingga telah dicapai kesepakatan untuk segera boyongan, jika proyek double track telah mulai dijalankan. ’’Jadi kalau ada yang kontrak ya dikembalikan, karena di kontraknya berbunyi sewaktu-waktu dipakai oleh kereta api harus meninggalkan,’’ tandasnya.

Disisi lain, sebagian besar warga yang terdampak jalur ganda di Kota Mojokerto masih memilih untuk bertahan di tempat tinggal masing-masing. Seperti yang terpantau di Lingkungan Sabuk, Kelurahan/Kecamatan Prajurit Kulon, kemarin. Belum terlihat warga yang telah mengosongkan rumahnya.

Sementara itu, Suwoto, Ketua RW 04 Lingkungan Sabuk, Kelurahan/Kecamatan Prajurit Kulon mengatakan, sekitar ada 40an rumah yang terdampak dilingkungannya. Tapi pemilik rumah yang terdiri dari RT 01 dan RT 02 itu belum ada satu pun yang boyongan.

Alasannya, mereka masih menunggu pemberian kompensasi yang dijanjikan sebelumnya. ’’Belum ada pemberitahuan, kita juga menunggu pencairan ganti untungnya,’’ katanya.

Menurutnya, sesuai kesepakatan awal, warga akan mengosongkan rumah jika menerima pemberitahuan dan uang kompensasi. Selambat-lambatnya, mereka akan mengosongkan rumah dalam tempo tujuh hari. ’’Warga sudah siap semua, tidak ada komplain. Cuma tinggal nunggu pencairan saja,’’ jelasnya. (gk/and)