best website stats Polisi Dalami Beredarnya Video Tak Senonoh Yang Diduga Siswi SMP di Mojokerto - Suara Mojokerto | MAJA FM 100.7

Polisi Dalami Beredarnya Video Tak Senonoh Yang Diduga Siswi SMP di Mojokerto

majamojokerto.com

Foto : Ilustrasi

Video tak senonoh yang diduga diperankan oleh siswi SMP di Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto yang salah kirim kepada ke kakak kelasnya hingga tersebar luas, ternyata kini jadi perhatian serius oleh Kepolisian serta Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (DP2KBP2).

AKP M. Solikhin Fery, Kasatreskrim Polres Mojokerto mengatakan, pihaknya sebenarnya baru mendapat informasi terkait beredarnya video tak senonoh yang diduga melibatkan siswi kelas VII SMP di Kecamatan Kutorejo beberapa hari yang lalu.

Polisi berencana akan menindaklanjuti terkait beredarnya video berdurasi 8 detik tersebut. "Yang jelas akan kami tindak lanjuti," ungkapnya.

Kata Fery, pihaknya akan melakukan Pengumpulan Bahan dan Keterangan (Pulbaket) dan mengidentifikasi terlebih dulu video tersebut. "Kami akan pelajari dulu. Perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan," tuturnya kepada Fuad Amanulloh, Reporter Maja FM.

Bahkan, beredarnya video itu sudah terdengar sampai ke Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (DP2KBP2) Mojokerto.

"Iya, tiga hari lalu saya sudah mendengarnya. Bahkan saya sudah berusaha untuk melakukan klarifikasi kepada pihak sekolah. Namun, sampai hari ini, saya coba hubungi belum bisa nomor kepala sekolahnya tidak ada jawaban," ujar Joeda Hadi, Kepala DP2KBP2.

Joeda menyatakan, pemeran video itu merupakan korban. "Maka itu, kami akan klarifikasi dulu. Apa benar itu siswi SMP Negeri di sekolah itu. Kami akan konfirmasi, apa alasannya. Apakah sengaja atau disebarkan orang lain, mungkin pacarnya yang sakit hati dan lain sebagainya. Kemudian mengapa dia membuat video itu," jelasnya.

Joedha mengaku sangat menyayangkan, jika ada niat sekolah mengeluarkan siswi pemeran video itu. Sebab, tidak semestinya sekolah mengeluarkan kebijakan tersebut. Sekolah juga dianggap keliru dalam mengambil kebijakan. Karena hal itu bertentangan dengan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Kalau informasi itu benar, jelas sekolah keliru dalam mengambil kebijakan. Itu bukan solusi. Karena sesungguhnya dia itu korban. Hak pendidikan dia harus dilindungi, itu berdasarkan Undang-undang," jelasnya.

Sudah menjadi rahasia umum, sekolah sering kali mengeluarkan kebijakan yang salah. Terutama bagi siswa yang bermasalah, baik itu dari segi hukum atau etika. Alasannya, lantaran mencoreng nama baik sekolah.

Joeda menegaskan, kasus tersebarnya video tak senonoh yang diduga diperankan oleh siswi SMP Negeri di Kecamatan Kutorejo itu akan menjadi atensi pihaknya. DP2KBP2 Kabupaten Mojokerto akan segera turun tangan menindaklanjuti persoalan ini. (fad/and)