best website stats Gadis SMP Penderita Kanker Tulang Asal Mojokerto, Akhirnya Diamputasi - Suara Mojokerto | MAJA FM 100.7

Gadis SMP Penderita Kanker Tulang Asal Mojokerto, Akhirnya Diamputasi

majamojokerto.com

Silfi Qumairoh (14) seorang siswi SMP asal Dusun Kedungmaling, Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, yang juga penderita kanker tulang akhirnya diamputasi. Keluarga berharap bantuan kaki palsu agar keinginan anaknya untuk kembali bersekolah bisa kembali terwujud.

Sebelumnya, kaki kanan gadis SMP itu membengkak cukup besar akibat kanker tulang. Sehingga kaki kanannya diamputasi hingga pangkal paha oleh Tim dokter RSU Dr Soetomo, Surabaya.

Saat didatangi Fuad Amanulloh, Reporter Maja FM, Silfi Qumairoh nampak masih terbaring lemas di atas ranjang. Tubuhnya terlihat cukup kurus dan rambut di kepalanya juga hampir habis karena efek kemoterapi yang sedang dia jalani.

Mohammad Gozali, orang tua Silfi mengatakan, anaknya diamputasi di RSU Dr Soetomo, Surabaya.  Silfi dirawat selama 12 hari yakni sejak 22 September sampai 3 Oktober 2019. Operasi yang dijalaninya berjalan lebih dari 4 jam, pada Minggu lalu (29/9/2019).

Pasca diamputasi, kondisi Silfi terus membaik. Namun masih mengeluh kesakitan di bagian atas paha dan kepala. Selain itu dia juga masih terbayang anaknya masih memilik kaki.

" Saat proses amputasi, anak saya ini sempat meminta agar kakinya dipotong sampai setengah paha saja, karena takut nanti tidak bisa mengunakan kaki palsu," terangnya.

Namun, dokter yang menangani akhirnya memberikan penjelasan dan akhirnya mau di amputasi sampai pangkal paha. Dilain sisi, penyakit yang dideritannya menurut dokter sudah menjalar sampai paha.

" Alhamdulillah, kondisinya membaik mulai dari makannya. Hanya saja sampai saat ini dia masih belum bisa duduk," tambahnya.

Silfi hanya berharap bisa segera pulih, agar bisa bersekolah dan mengemban ilmu kembali seperti biasa. " Anaknya ini memang pendiam, jadi jarang ngomong. Dia hanya berharap bisa sekolah kembali," paparnya.

Kalau masalah kaki palsu, pihaknya belum mengetahui pasti. Namun dirinya sempat dengar akan mendapatkan bantuan kaki palsu dari pemerintah.

Baca juga : Kasihan, Siswi SMP di Mojokerto Sakit Kanker Tulang, Begini Cerita Keluarganya

Sementara itu, Didik Chusnul Yakin - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto mengatakan, proses amputasi terhadap Silfi dikarenakan kanker sudah menjalar hingga ke atas lututnya dan dikawatirkan akan menjalar ke organ dalamnya.

Masih kata Didik, pasca operasi, kondisi tubuh Silfi saat ini tergolong kurus karena kekurangan gizi. Rambutnya masih kerap rontok efek samping dari kemoterapi. Dia juga belum bisa duduk. "Adik Silfi ini kekurangan gizi, salah satunya karena makan di rumah cuma nasi pakai kerupuk dan garam," ungkapnya.

Terkait kondisi Silfi saat ini, Didik menyatakan telah komitmen untuk mengawal sampai siswi kelas 2 SMP itu benar-benar pulih.

Terlebih lagi, Silfi tergolong anak yang mempunyai semangat tinggi untuk sembuh. Bahkan Didik memerintahkan ahli gizi dari Puskesmas Sooko, untuk membuat susunan asupan gizi bagi Silfi.

"Susunan asupan gizi itu saya minta diberikan kepada orang tua Silfi supaya diberikan menu-menu yang bergizi setiap hari. Kami siap membantu susu jika diperlukan agar tubuh Silfi kembali normal," terangnya.

Didik juga berjanji akan memberi bantuan kaki palsu gratis untuk Silfi. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto dan pembuat kaki palsu. Sehingga diharapkan nantinya gadis yang pandai membaca Alquran itu bisa beraktivitas seperti anak lainnya. (fad/and)