best website stats 6 PSK Terjaring Razia di Mojokerto di 3 Wilayah, Ini Datanya - Suara Mojokerto | MAJA FM 100.7

6 PSK Terjaring Razia di Mojokerto di 3 Wilayah, Ini Datanya

majamojokerto.com

Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto kembali mengelar razia. Hasilnya, petugas berhasil menjaring 6 Pekerja Seks Komersial (PSK) yang tersebar di beberapa lokasi, Rabu (02/10/19).

Informasi yang dihimpun Fuad Amanulloh, Reporter Maja FM, Kecamatan Mojosari tepatnya di warung remang-remang di Desa Awang-awang disebut sebagai sarang PSK.

" Pada hari ini (02/09/2019) di warung remang-remang Mojosari. Petugas berhasil mengamankan tiga PSK usai melayani pelanggan," ungkap Ahmad Zainul Hasan, Kepala Seksi Rehabilitasi, Dinsos Kabupaten Mojokerto.

Menurutnya, razia kali ini dinilai bocor, sehingga banyak PSK melarikan diri di saat petugas melakukan penyisiran dibeberapa warung. "Sebenarnya yang paling banyak di wilayah Mojosari, tapi karena kecolongan dan informasi bocor, akhirnya cuman dapat 3 PSK saja tadi di Mojosari," ungkapnya

Zainul juga merinci, mereka (PSK,red) dirazia di 3 Kecamatan, diantaranya Mojosari, Dawarblandong, dan terakhir Kecamatan Jetis. " Data yang diterima, ada 6 orang yang berhasil diamanakan. Dua PSK di Kecamatan Dawarblandong, satu PSK di Kecamatan Jetis dan tiga lagi di Mojosari," paparnya.

Saat melakukan razia, banyak PSK yang berusaha melakukan diri. Bahkan petugas sempat membuka paksa pintu kamar, untuk mengamankan seorang PSK yang sedang melayani pelanggan.

Nantinya, para PSK yang terjaring akan dilakukan pendataan. Dan selanjutnya akan di assesment, kemudian direhabilitasi selama 4 bulan di panti rehabilitasi Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur Bina Karya Wanita Mandiri di Kediri.

"Yang pasti, mereka yang terjaring mendapatkan pelatihan sesuai skill yang dimiliki masing-masing individu. Semisal merias, masak bahkan alat-alat pendukung pelatihan juga diberi secara cuma-cuma," terangnya.

Salah seorang PSK berinisial D (27) yang diketahui warga Panggreman, Kota Mojokerto langsung menangis ketakutan. Sebab baru kali ini dirinya terjaring razia Dinsos Kabupaten Mojokerto.

"Saya takut, ini baru pertama kali di tangkap. Sudah gitu saya juga pusing, harus cari uang bagaimana buat "ngopeni" (Ngasih Makan) anak saya yang usianya baru 7 bulan. Suami juga di tahan di Lapas Madiun karena sabu, tiga bulan lagi keluar. Tapi sejak menikah saya gak pernah dinafkahi. Ya sudah, saya kerja ini aja," tegasnya. (fad/and)