best website stats Kejari Belum Tetapkan Tersangka, Terkait Dugaan Kasus Irigasi Sumur Dangkal di Dinas Pertanian Mojokerto - Suara Mojokerto | MAJA FM 100.7

Kejari Belum Tetapkan Tersangka, Terkait Dugaan Kasus Irigasi Sumur Dangkal di Dinas Pertanian Mojokerto

majamojokerto.com

Foto : Kejari Kabupaten Mojokerto saat melakukan penggeledahan di kantor Dinas Pertanian setempat, Selasa lalu (17/9/2019)

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto belum menetapkan tersangka, terkait proses penyidikan terhadap indikasi perbuatan tindak pidana dalam proyek pembangunan irigasi sumur dangkal di Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto tahun 2016.

Informasi yang dihimpun Fuad Amanulloh, Reporter Maja FM, sejauh ini tim penyidik sudah memeriksa 15-20 orang Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Termasuk Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto Suliestyawati, juga diperiksa tim penyidik sebanyak 3 kali dalam kasus tersebut.

Bahkan, tim penyidik melakukan pengeledahan di kantor Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto pada, Selasa lalu (17/9/2019). Tim penyidik membawa dan mengamankan dokumen sebanyak 5 kotak dari kantor Dinas Pertanian.

Selain itu, penyidik juga mengeledah kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Mojokerto. Sejumlah dokumen terkait kegiatan itu juga diamankan.

Agus Haryono, Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Mojokerto mengatakan, belum ada perkembangan terkait kasus tersebut. "Belum (tersangka), perkembangannya masih menunggu hasil temuan ahli. Yang pasti setelah itu, baru nanti kita akan tes (temuan ahli)," ungkapnya, Selasa (02/10/2019).

Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kabupaten Mojokerto. Sehingga saat ini tim penyidik masih menunggu undangan ekspos dari pihak BPKP.

"Kemarin kita sudah koordinasikan dengan BPKP, tinggal nunggu undangan eksposnya. Belum (perkembangan), kita masih menunggu hasil undangan ekspos dari BPKP. Setelah itu baru. Dokumen terkait kegiatan itu (pengeledahan)," katanya.

Menurutnya, saksi yang diperiksa dalam kasus tersebut dirasa sudah cukup. Jika memang kurang, maka akan difokuskan pada tim ahli bukan menambah jumlah saksi yang diperiksa. "Saksi belum (tambah), kita rasa cukup. Paling nanti nambahi ahli saja soal fisik bangunan," tegasnya. (fad/and)