best website stats Sempat Buron, Pelaku Penusukan Akhirnya Diringkus Polresta Mojokerto - Suara Mojokerto | MAJA FM 100.7

Sempat Buron, Pelaku Penusukan Akhirnya Diringkus Polresta Mojokerto

majamojokerto.com

Ahmad Sa'i pemuda asal Desa, Ngabar, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto akhirnya berhasil diringkus Satreskrim Polresta Mojokerto. Pelaku diamankan setelah melakukan penusukan terhadap temanya, karena jengkel saat diingatkan cek sound.

Informasi yang dihimpun Fuad Amanulloh, Reporter Maja FM, pelaku menusukan pisau lipat sebanyak empat kali pada bagian tubuh dan lengan korban.

AKP Ade Waroka, Kasatreskrim Polresta Mojokerto mengatakan, setelah buron sejak 18 Agustus 2019 yang lalu, pelaku akhirnya berhasil diamankan petugas pada Selasa (17/09/19) diwilayah Surabaya.

" Kejadiannya sudah sejak Agustus lalu pada malam Kemerdekaan 2019 di Desa Ngabar. Pelaku tidak terima di tegur oleh pelaku maupun warga untuk cek sound, karena waktu sudah menunjukkan 01.30 dini hari karena dianggap bisa mengganggu masyarakat," terangnya, Kamis (19/09/19).

Menurut Waroka, dari hasil pemeriksaan saksi-saksi, kronologi kejadian berawal saat pelaku melakukan cek sound pada saat acara pangung hiburan malam kemerdekaan. Karena sudah larut malam pelaku kemudian diingatkan oleh masyarakat dan korban.

" Ada salah satu saksi mata berinisial AM mencoba mengingatkan namun pelaku tidak terima sehingga terjadilah cekcok, AM didorong oleh pelaku sampai terbentur meja, " jelasnya

Mengetahui adanya hal itu, korban atas nama Andriyas Subakti (23) dan satu temannya asal Desa Ngabar mencoba melerai perkelahian antar keduanya. Namun, dengan tiba-tiba pelaku mengeluarkan pisau lipat dari saku celananya dan menusukkan pisau ke tubuh korban dan lengannya." Korban ditusuk tiga kali pada bagian perut dan satu pada bagian lengan kanan,"ujarnya.

Dari keterangan dari pihak desa, selain geram, pelaku yang tega melakukan aksi penusukan diduga terpengaruh oleh minum-minuman keras. Korban langsung dilarikan ke Puskesmas Kupang untuk segera mendapatkan perawatan.

Selama buron, pelaku melarikan diri ke rumah neneknya di Kecamatan Gedeg dan Surabaya. " Pelaku kita jerat dengan pasal 351 tentang penganiayaan. Untuk barang bukti, ada ada kaos bercak darah yang digunakan korban serta satu pisau lipat milik pelaku," tegasnya. (fad/and)