best website stats Operasi Patuh 2019, Polres Mojokerto Tilang 3500 Pengendara. 300 Kendaraan Diantaranya Ditahan - Suara Mojokerto | MAJA FM 100.7

Operasi Patuh 2019, Polres Mojokerto Tilang 3500 Pengendara. 300 Kendaraan Diantaranya Ditahan

majamojokerto.com

Operasi Patuh 2019 yang digelar Polres Mojokerto di Jembatan Timbang, Trowulan, Mojokerto beberapa hari yang lalu (Foto : doc, Fuad Amanulloh, Reporter Maja FM)

Selama 14 hari Operasi Patuh (Optuh) 2019, Polres Mojokerto berhasil menjaring 3.500 kendaraan bermotor roda empat maupun roda dua. Dari ribuan pelanggaran, petugas menyita 300 kendaraan yang tidak dilengkapi surat-surat.

AKP Boby M. Zulfikar, Kasatlantas Polres Mojokerto mengatakan, selama 14 hari Optuh atau berakhir pada Rabu kemarin (11/09/19), petugas berhasil menilang sebanyak 3.500 kendaraan karena melanggar berbagai aturan lalu lintas.

" Sudah 3.500 kendaraan yang sudah kita tilang. Dan mirisnya pelanggaran lalulintas didominasi oleh anak dibawa umur atau pelajar SMP, atau pengendara yang tak memiliki SIM," ungkapnya, saat dikonfirmasi Fuad Amanulloh, Reporter Maja FM di Mapolres Mojokerto, Kamis (12/09/19).

Kata Boby, minimnya kesadaran orang tua dalam memberikan peringatan maupun izin agar anak tidak mengunakan sepeda motor, ternyata jadi salah satu faktor. Selain itu para orang tua juga dinilai sering mengabaikan keselamatan dan membiarkan anaknya mengendarai motor sendiri saat bersekolah.

" Rata-rata mereka yang kita tilang selalu beralasan sekolah jauh, atau orang tua tak mau mengantarkan. Padahal dalam aturan, anak-anak ini yang kita tilang masih berusia 15 dan 14 tahun. Kan belum boleh menggunakan sepeda motor," tegasnya.

Namun, banyaknya jumlah pelanggar yang ditilang oleh petugas selama 14 hari selama Operasi Patuh 2019, angka kecelakaan di wilayah hukum Polres Mojokerto dinilai mengalami penurunan dibandingkan tahun kemarin.

" Artinya disini sudah ada tren positif dari masyarakat terkait kesadaran berkendara. Di jam-jam tertentu masyarakat ini mulai tertib. Itu yang kita harapkan, semoga bisa seterusnya," katanya.

Sedangkan untuk ratusan sepeda motor yang disita petugas selama operasi patuh, rata-rata tidak disertai surat-surat. " Saat ini motornya kita tahan di halaman dan pos pos Polres Mojokerto karena tidak disertai oleh surat surat seperti STNK dan SIM. Kalau indikasi motor curian kita belum sampai situ,"cetusnya.

Baca juga : Tak Hanya Sepeda Motor, Kendaraan Muatan Juga Terkena Operasi Gabungan di Mojokerto

Bagi masyarakat yang ingin mengambil motor yang disita tersebut, pemiliknya cukup menyerahkan hasil sidang atau bukti dari pengadilan.

Tapi Kasatlantas menegaskan, motor yang disita oleh petugas, mayoritas tidak diambil oleh pemiliknya. " Entah apa alasannya, namun kalau tidak diambil pihak kepolisian akan melakukan pengecekan nomor rangka dan menyesuaikan dengan nomor telepon para pemilik untuk kita hubungi. Kalau tetap tidak diambil, baru ini mengindikasikan dugaan motor curian," tandasnya. (fad/and)