best website stats Beraksi di 19 TKP di Mojokerto dan Melawan Petugas, Pelaku Pembobol Rumah Ini di Dor Polisi - Suara Mojokerto | MAJA FM 100.7

Beraksi di 19 TKP di Mojokerto dan Melawan Petugas, Pelaku Pembobol Rumah Ini di Dor Polisi

majamojokerto.com

Nurhaji (46) warga Desa Bangkalan, Kecamatan Balongpangang, Gresik, diringkus Satreskrim Polresta Mojokerto. Pelaku spesialis pembobolan rumah ini juga dihadiahi timah panas, karena berusaha melawan dan merebut senjata petugas saat diamankan.

Informasi yang dihimpun Fuad Amanulloh, Reporter Maja FM, dari hasil pengembangan polisi, pelaku sudah beraksi di 19 TKP semenjak dia tak lagi berjualan nasi goreng dan di himpit kebutuhan ekonomi untuk menghidupi keluarga serta tiga anaknya.

" Dia diamanakan di jalan raya Semeru, usai membobol rumah di wilayah Bancang, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto pada 8 September sekitar pukul 04.00 WIB," jelas AKBP Sigit Dany Stiyono, Kapolresta Mojokerto, Senin (09/09/19).

Selama melakukan aksinya hingga 19 kali dan terakhir di wilayah Wates, dia hanya seorang diri dengan cara merusak gembok dan atap rumah di saat malam hari.

" Dia ini sudah spesialis dalam melakukan aksinya. Terbukti dari 19 TKP dan cara pelaku melakukan setiap aksinya di tiap-tiap rumah. Rata-rata rumah kosong atau di saat ditinggal oleh pemiliknya," ujar Kapolresta.

Dalam melakukan aksinya, modus yang dilakukan yakni merusak gembok dan atap. Namun sebelum melakukan pembobolan pelaku terlebih dulu melakukan pengintaian selama dua hari.

" Yang dilakukan pelaku saat mengintai disetiap TKP yakni berpura-pura membuang sampah di halaman rumah. Kemudian esoknya pelaku datang kembali untuk memastikan sampah tersebut masih ada atau tidak ada. Jika masih ada berati rumah tersebut dipastikan tidak ada penghuninya," jelas Sigit.

Setelah menemukan sasaran, pelaku kemudian menjalankan aksinya. " Pertama pelaku berangkat dari rumahnya yang berada di Gresik, selanjutnya dia pergi kerumah kos yang disewanya dan saat malam hari, pelaku beraksi. Dia hanya berbekal linggis dan sarung tangan di tambah jaket untuk mengelabuhi," terangnya.

Sementara itu, AKP Ade Waroka, Kasatreskrim Polresta Mojokerto menambahkan, tembakan terukur terhadap pelaku dilakukan, karena saat diamanakan pria asal Gresik ini berusaha melawan dan mencoba merebut senjata milik petugas. " Dia kita amankan berjarak 500 meter dari TKP, usai dia melakukan aksinya," terangnya.

Sedangkan pelaku spesialis pembobol rumah kosong mengaku, sejak tidak lagi berjualan nasi Goreng, dia nekad melakukan aksinya karena terhimpit ekonomi untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan tiga anaknya.

" Dulu jualan nasi Goreng hanya dapat 300 per hari, di tambah akhir-akhir ini sepi. Ya terpaksa saya melakukan ini," ucapnya.

Selain itu, dirnya harus mencari biaya untuk kakaknya yang saat ini sedang mengidap penyakit liver.

Kini, Nurhadi sudah tak mampu berbuat apa-apa. Selain di tembak kakinya oleh petugas, dia menjalani kurungan penjara karena melanggar pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Pelaku terancam hukuman maksimal diatas tiga tahun penjara.

Sebelumnya pada Sabtu (07/09/2019), pendengar Maja FM berinisial D saat on air, mengabarkan tentang maraknya pencurian yang terjadi dikawasan Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Khususnya dilingkungan Karanglo, Bancang dan Banjaranyar.

Saat dikonfirmasi Maja FM, AKP Ade Waroka, Kasatreskrim Polresta Mojokerto menyatakan, sudah melakukan penyelidikan dan akan mengungkap pelaku pencurian yang meresahkan warga. (fad/and)

majamojokerto.com