best website stats Mantap ... Ternyata Warung Lendaris di Mojokerto Ini Sajikan Kopi Saring. Pelanggannya Tak Pernah Sepi - Suara Mojokerto | MAJA FM 100.7

Mantap ... Ternyata Warung Lendaris di Mojokerto Ini Sajikan Kopi Saring. Pelanggannya Tak Pernah Sepi

majamojokerto.com

Bagi masyarakat khususnya pecinta kopi, mungkin tak mau ketinggalan dengan minuman yang satu ini. Bahkan ada yang mengatakan, ibarat tidak akan pas jika belum “ngopi”. Berbagai tempat mulai cafe hingga warung saat ini menghadirkan kopi khas masing-masing.

Salah satunya warung yang berada di gang sempit di Dusun Brejel Wetan, Desa Pucuk, Kecamatan Dawarblandong, Mojokerto. Warung itu nampak tidak pernah sepi pengunjung. Namanya, kedai kopi 'Mbok Tajeng', begitu orang menyebutnya.

Ada yang beda dengan Kedai Kopi Mbok Tajeng ini, karena biasa disebut warung kopi saring. Kenapa disebut seperti itu ? Ya benar saja, karena dalam penyajiannya juga ditambahkan saringan kecil. Agar para penikmat kopi bisa menyaring kopi itu sebelum diseruput.

"Sejak ibu mertua saya yang jualan dulu memang sudah menggunakan saringan. Kopinya kan kita tumbuk sendiri, jadi kondisinya masih kasar. Nah sekarang menjadi ciri khas kopi di sini," jelas Muhammad Zaiunul (24) Cucu almarhum Mbok Tajeng kepada Fuad Amanulloh, Reporter Maja FM.

Dalam melayani para pembeli, dia begitu lihai meracik seduhan kopi saring sebelum disuguhkan kepada penikmat kopi atau pelanggannya. Tak ada alat khusus, dia hanya butuh sebuah sendok makan sebagai takaran.

"Kami memiliki tiga jenis rasa kopi saring, yakni paitan (pahit), sedang dan manis. Kalau paitan, takarannya tiga banding satu. Tiga sendok kopi dan satu sendok gula," terangnya.

Dalam proses pengadukan misalnya, ternyata tidak asal-asalan. Dia memiliki trik sendiri dalam mengaduk secangkir kopi saring. Yakni sebanyak 60 putaran berlawanan dengan arah jarum jam. Agar rasa kopi saring yang sudah menjadi khas semakin nikmat.

Dalam proses penyajian, dia tak sendirian, dia dibantu Tumina alias Yuk Tum, anak Mbok Tajeng sekaligus generasi kedua penerus kopi saring. Dia bertugas untuk memproduksi kopi saring. Butiran kopi robusta diolahnya, sebelum bisa disajikan ke para pelanggan setia.

Di atas tungku dengan bahan bakar kayu, wanita berusia 43 tahun itu nampak begitu telaten menggoreng butiran kopi robusta. Asap putih dan bau wangi khas kopi begitu melekat, apalagi saat tangannya mengaduk kopi di dalam kuali dari tanah liat.

"Kalau setiap hari biasanya menghabiskan 5 kilogram kopi. Prosesnya dibuat sendiri, mulai menggoreng, kemudian ditumbuk menggunakan alat tradisional," ungkap Rodi (47) menantu Mbok Tajeng yang kini mengurus kedai kopi peninggalannya itu.

Baca juga : Ditemukan Pengedar Narkoba, Tempat Karaoke di Mojokerto Ini Tak Diperpanjang Izinnya. Ini Kata Walikota

Menurut Rodi, waktu lalu warung kopi milik mertuanya hanya berukuran mini atau berkisar 3X5 meter persegi. Berdinding anyaman bambu serta berlantai tanah. Namun ternyata warung kopi ini tidak pernah sepi dan selalu menjadi jujukan.

Selain rasa yang nikmat dan ciri khas menggunakan saringan, harga kopi di warung Mbok Tajeng ini cukup merakyat. Untuk satu cangkir kecil kopi saring, hanya dipatok Rp 2.000. Sedangkan cangkir berukuran sedang Rp 3.000. sedangkan untuk gorengan ketan hanya Rp 1.000.

Sejak berdiri tahun 1972 lalu, warung kopi saring Mbok Tajeng ini mampu bertahan dan berani bersaing, meski berada di tengah pedesaan.

Sejak berdiri hingga sekarang, banyak pelanggan dari luar kota yang sengaja datang. "Ada dari Surabaya, Gresik, dari wilayah Mojokerto sendiri juga banyak. Alhamdulillah tidak pernah sepi setiap harinya," tegasnya.

Seorang pelanggan asal Gresik misalnya, dia mengaku sudah puluhan tahun sengaja datang ke warung kopi yang terletak di Dusun Brejel Wetan, Desa Pucuk, Kecamatan Dawarblandong, Mojokerto ini. " Selain nikmat kopi yang khas, cara penyajian kopi saring disini sangat khas mas," pungkasnya sambil menikmati kopi saringannya. (fad/and)

majamojokerto.com
majamojokerto.com