best website stats Satnarkoba Polres Mojokerto Ringkus 3 Pengedar Narkoba, 1 Wanita dan 2 Pria - Suara Mojokerto | MAJA FM 100.7

Satnarkoba Polres Mojokerto Ringkus 3 Pengedar Narkoba, 1 Wanita dan 2 Pria

majamojokerto.com

Satnarkoba Polres Mojokerto meringkus tiga pelaku pengedar narkoba yang diduga dikendalikan tahanan di Lapas Kelas IIB Mojokerto.

Informasi yang dihimpun Fuad Amanulloh, Reporter Maja FM, satu dari tiga pelaku diketahui adalah seorang pempuan bernama Nurul Maghfiroh (33) warga Kelurahan Kauman, Kecamatan Mojosari. Sementara dua lainnya yakni Jumadi (49) warga Dusun Unengan, Desa Sekargadung, dan Imam Syakroni (20) warga Dusun Seruni, Desa Banjartanggul, Kecamatan Pungging.

Ipda Tri Hidayati, Paurbaghumas Polres Mojokerto mengatakan, ketiganya saat ini sudah ditahan di Mapolres. Dari pengungkapan ini petugas mengamankan barang bukti puluhan paket sabu-sabu dan pil dobel L.

’’Sekarang kasusnya masih dikembangkan. Sebab, diduga mereka adalah jaringan Lapas Kelas IIB Mojokerto,’’ ungkapnya, Kamis (29/08/19).

Kata Tri Hidayati, penangkapan para pelaku diawali oleh Iman Syakroni yang diamanakan di rumahnya pada Minggu (25/8) sekitar pukul 07.30 WIB. Dari penangkapan itu petugas mendapati sekitar 15 plastik klip berisi pil dobel L beserta Hp yang digunakan pelaku.

" Dalam sehari hari pelaku berprofesi menjadi seorang satpam di salah satu bank swasta di kawasan Mojosari,"imbuhnya.

Berbekal pengakuan Iman, polisi kemudian melakukan pengembangan, dan mengamankan dua pelaku sekaligus yakni Jumadi dan Nurul Magfhfiroh.

Keduanya diamankan di tempat yang berbeda, satu pelaku disaat berjualan di warung kopi dan pelaku Nurul diamanakan di rumahnya. " Dia sehari-hari bekerja sebagai tukang penjual nasi," imbuhnya.

Dari tangan kedua pelaku, petugas berhasil mengamankan sedikitnya 20 paket sabu kemasan plastik klip dan 11 butir dobel L. Selain itu juga mengamankan puluhan plastik klip dan timbangan digital yang digunakan untuk memecah sabu serta satu hp.

" Dari pengakuan Jumadi, dia mendapatkan barang tersebut dari Nurul. Sedangkan Nurul diketahui mendapatkan sabu-sabu dari suaminya yang kini statusnya sedang menjalani masa tahanan Lapas Kelas IIB Mojokerto," jelasnya.

Kata Tri, untuk sekali traksasi Nurul berhasil mengambil sabu-sabu seberat 10 gram dengan harga Rp 12,5 juta. ’’Kalau 1 gramnya dijual Rp 1,2 juta,’’ tegasnya.

Polisi masih melakukan pendalaman sekaligus pengembangan. ’’Petugas juga masih mendalami apa peran Nurul ini sebenarnya. Apakah hanya sebagai perantara suaminya atau ada peran lain. Itu yang masih didalami,’’tandasnya. (fad/and)