best website stats Pelaku dan Pengedar Narkoba Asal Mojokerto Diringkus Polisi, Usai Pesta Sabu - Suara Mojokerto | MAJA FM 100.7

Pelaku dan Pengedar Narkoba Asal Mojokerto Diringkus Polisi, Usai Pesta Sabu

majamojokerto.com

Dua pelaku pengedar dan pemakai narkoba jenis sabu asal Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto diringkus Anggota Reskrim Polsek Ngoro. Keduanya diamankan usai pesta sabu. Salah satu pelaku mengaku, jika dirinya nekad menjadi pengedar hanya karena SIM nya hilang.

Informasi yang dihimpun Fuad Amanulloh, Reporter Maja FM, kedua pelaku itu diantaranya Budi Sutrisno (25) dan Muhammad Ali (36) asal Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Mereka saat ini di Polsek Ngoro menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Keduanya, diamankan polisi pada Rabu (14/08/19) sore kemarin di rumah masing-masing, usai pesta sabu bersama teman temannya.

Kompol Gatot Wiyono, Kapolsek Ngoro mengatakan, keduanya terbukti menyimpan dan menguasai sabu. " Kita temukan barang bukti sebanyak 5 poket sabu juga uang tunai, alat hisab sabu hingga timbangan digital. Keduanya adalah pemakai dan pengedar," ungkapnya, Kamis (15/08/19).

Kapolsek menjelaskan, petugas menangkap pelaku, setelah mendapat informasi adanya pesta sabu dikawasan Ngoro. Kemudian dilakukan pengintaian dan berhasil meringkus satu tersangka atas nama Budi.  Petugas temukan sabu satu seberat 0,37 gram didompetnya. " Pelaku kita tangkap usai pesta sabu bersama teman-temanya. Saat itu pelaku akan masuk ke salah satu rumah warga," jelasnya.

Berbekal pengakuan Budi, sekitar pukul 17.30 WIB petugas berhasil mengamankan satu pelaku lain yakni Muhammad Ali di rumahnya, " Statusnya dia sebagai pengedar. Dia kita amankan saat tidur dirumah dengan barang bukti 4 paket sabu seberat 5,73 gram, uang tunai Rp 1.185.000 dan alat hisab sabu," ujarnya.

Dari pengakuannya, Ali menjadi pengedar narkoba selama 6 bulan. Dia nekat menjadi pengedar sabu lantara tidak memiliki pekerjaan yang tetap. " Dulu dia ini bekerja sebagai sopir truk. Karena Surat Izin Mengemudi (SIM) nya hilang dia memutuskan untuk menjadi pengedar narkoba," jelasnya.

Ditambah keuntungan menggiurkan juga memotivasi Ali nekad menjadi pengedar. " Setiap satu gram sabu dijual dengan harga Rp 1 juta, dia mendapatkan keuntungan 200 sampai 300 ribu. Sasarannya biasanya sopir dan para pemuda di wilayah Ngoro dan Pasuruan," tegasnya.

Sejauh ini kata Kapolsek, polisi masih melakukan pelaku lain sebagai pemasok yang kini masih DPO (Daftar Pencarian Orang). " Keduanya kita jerat denga pasal 114 ayat (1) subs Pasal 112 ayat (1) UU RI. No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancamannya 12 tahun penjara," tandasnya. (fad/and)