best website stats Akibat Angin Kencang, Pohon Besar Tumbang Timpa Food Court Dikawasan Wisata Jolotundo, Mojokerto - Suara Mojokerto | MAJA FM 100.7

Akibat Angin Kencang, Pohon Besar Tumbang Timpa Food Court Dikawasan Wisata Jolotundo, Mojokerto

majamojokerto.com

Angin kencang yang berhembus sejak beberapa hari yang lalu menyebabkan sebuah pohon besar dikawasan wisata Jolotundo, Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto tumbang, hingga menimpa sebuah food court milik Disparpora, Selasa (13/08/2019).

Informasi yang dihimpun Fuad Amanulloh, Reporter Maja FM, saat ini petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto tengah melakukan proses evakuasi bangunan food court milik Disparpora setempat yang belum diresmikan ini.

Patekan (47) salah seorang warga sekitar mengatakan, pohon dengan panjang kurang lebih 60 meter berjenis Gondang tumbang pada Selasa (13/08/19).

Angin kencang dikawasan wisata Jolotundo disebut sebagai penyebabnya. " Pohonnya kelihatan juga sudah rapuh, ditambah anginnya secara spontan menimpa bangunan," ucapnya.

Bangunan milik Disparpora Kabupaten Mojokerto yang baru dibangun dengan luasan kurang lebih panjang 20 meter lebar 15 meter ini, rencanaya bakal digunakam sebagai Food Court untuk para wisatawan Petirtaan Jolotundo.

Nampak dilokasi, bangunan itu mengalami rusak parah dibagian atap. Sedangkan dibagian dalam kondisi atap bangunan dan plafon nampak porak poranda.

Sementara itu, Heru Utomo, pengelolaan Wanawisata Petirtaan Jolotundo mengatakan, robohnya pohon yang menimpa bangunan food court milik Disparpora Kabupaten Mojokerto terjadi pada Selasa (13/08/19) pagi sekitar pukul 08.00 WIB.

Angin kencang tiba-tiba merobohkan pohon. "Sejak kemarin pagi memang cukup kencang anginnya, bahkan sempat ada hujan, kemudian tiba-tiba pohon roboh," ungkapnya.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, hanya menyebabkan kerugian material. Menurutnya, bangunan food court di kawasan wisata Jolotundo milik Disparpora ini menelan anggaran hingga Rp 2,5 Milyar.

" Kerusakannya mencapai 30 persen, pembangunan sendiri baru selsai akhir 2018 dan ini belum serah terima," tambahnya.

Pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Disparpora dan Perhutani untuk menindaklanjuti kejadin ini.

Muhammad Zaini, Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto mengatakan, sesuai dengan prediksi BMKG sejak beberapa hari terakhir di Kabupaten Mojokerto (Jawa Timur) angin kencang mencapai 40/50 Km perjam.

" Termasuk menyebabkan robohnya pohon dikawasan wisata petirtaan Jolotundo, yang menimpa bangunan milik Disparpora Kabupaten Mojokerto," ucapnya.

Saat ini, team BPBD bersama pihak yang bersangkutan tengah melakukan proses evakuasi pohon tumbang dikawasan Petirtaan Jolotundo. (fad/and/wwn)