best website stats SPP Gratis SMA/SMK di Mojokerto Tak Kunjung Turun, Sekolah Terpaksa Pangkas Kegiatan - Suara Mojokerto | MAJA FM 100.7

SPP Gratis SMA/SMK di Mojokerto Tak Kunjung Turun, Sekolah Terpaksa Pangkas Kegiatan

majamojokerto.com

Foto : Ilustrasi

Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjanjikan SPP gratis melalui Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP) bagi sekolah jenjang SMA/SMK mulai tahun pelajaran 2019-2020.

Informasi yang dihimpun Maja FM, memasuki pekan kedua bulan Agustus, dana itu tidak kunjung cair. Padahal Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) maupun kegiatan sekolah lainnya sudah berjalan. Sehingga membuat sejumlah SMA/SMK di Mojokerto terpaksa meminimalisir kegiatan, untuk menghemat pengeluaran sekolah.

Bambang Rusmanto, Waka Humas SMAN 1 Mojosari mengatakan, akibat BPOPP tidak kunjung turun, maka pihak sekolah melakukan penghematan agar menekan biaya pengeluaran sekolah agar tidak membengkak.

Kata Bambang, saa ini hanya mengandalkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Meski kucuran dana yang bersumber dari APBN itu belum mampu menutup seluruh kebutuhan sekolah. “ Dana BOS itu kan untuk sebagian kecil saja. Karena harus sesuai dengan yang diperbolehkan dari Jukni,” tandasnya.

Menurutnya, penghematan dilakukan dengan mengurangi kegiatan diluar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Apalagi bulan ini (Agustus) banyak agenda yang biasanya dilakukan sekolah. Tapi karena BPOPP tidak kunjung turun, maka tidak semua kegiatan dapat diikuti.

Selain itu dana SPP juga untuk menunjang honorarium Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT). Apalagi kata Bambang, di SMAN 1 Mojosari jumlah tenaga GTT hampir berimbang dengan guru PNS. “ Yang jelas kebutuhan prioritas yang kami dahulukan,” katanya.

Sementara itu, Suyono, Kepala SMAN 2 Kota Mojokerto mengatakan, akibat BPOPP belum cair, ternyata cukup berdampak tidak terpenuhinya sejumlah kebutuhan sekolah. Sehingga harus memangkas sejumlah kegiatan. Upaya itu dilakukan agar tidak mengobankan kebutuhan vital lainnya, seperti pembayaran tagihan listrik dan tunjangan GTT-PTT.

Agar KBM tetap berjalan, pihaknya harus menambalnya dengan mencari pinjaman. “Sebenarnya yang kita jalankan itu sudah kebutuhan minimum. Kalau kita tekan lagi nanti malah tidak bisa jalan, kasihan anak-anak,” terangnya.

Sekedar diketahui, mulai tahun pelajaran baru 2019-2020, Pemprov Jatim menggulirkan BPOPP untuk tingkat SMA/SMK negeri maupun swasta. Besaran bantuan program yang dikenal dengan SPP gratis itu sesuai Surat Edara (SE) Gubernur Nomor 120/101/2017 tentang SPP SMA dan SMK.

Sebelumnya, Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Wilayah Kabupaten/Kota Mojokerto menjelaskan, Pemprov akan mencairkannya pada pekan ketiga bulan Agutus ini. (gk/and)