best website stats Pedagang Loak di Deadline Boyongan ke Pasar Kliwon Kota Mojokerto Hingga Akhir Juli 2019 - Suara Mojokerto | MAJA FM 100.7

Pedagang Loak di Deadline Boyongan ke Pasar Kliwon Kota Mojokerto Hingga Akhir Juli 2019

majamojokerto.com

Para pedagang pasar Prapanca atau yang dikenal dengan pasar Cakarayam, Kota Mojokerto di deadline segera boyongan atau relokasi ke pasar Kliwon selambat-lambatnya hingga akhir bulan Juli ini. Hal itu menyusul adanya rencana revialisasi pasar Prapanca yang akan dilakukan waktu dekat.

Namun, nampaknya para pedagang loak dipastikan tidak akan kembali lagi ke lokasi lama pasca revitalisasi nantinya.

Ruby Hartoyo, Kepala Disperindag Kota Mojokerto mengatakan, awal pekan lalu sudah melakukan pengundian kios dan los di pasar Kliwon. Tempat relokasi itu sudah bisa ditempati pedagang pasar Prapanca. Saat ini beberapa kios secara bertahap sudah siap huni.

Untuk itu sambil penyekatan berjalan, pedagang diberi waktu tidak lebih dari dua pekan untuk mengosongkan pasar Prapanca dan berpindah ke pasar Kliwon. “ Sudah kita undi, paling akhir mereka harus mengosongkan antara 15 hari,” katanya.

Baca juga : Pedagang Loak Tolak Menetap di Pasar Kliwon Kota Mojokerto

Ruby menyatakan, pedagang yang sudah direlokasi ke pasar Kliwon dipastikan tidak akan kembali ke lokasi asal. Kesepakatan itu setelah adanya kesepakatan antara pedagang dan Ita Puspitasari atau Ning Ita Walikota Mojokerto dalam musyawarah pada Minggu lalu (14/7/2019).

Namun, para pedagang meminta jaminan lokasi baru jika selama relokasi ini terjadi penurunan penghasilan dibanding sebelumnya. Sehingga disepakati lokasi yang dipilih yakni jalan Ketidur, Kelurahan Surodinawan, Kota Mojokerto. Lahan seluas 3 hekatare itu tengah dipersiapkan Pemkot untuk dijadikan sebagai sentra perekonomian.

“ Kalau 6 bulan setelah relokasi ini misalnya nanti justru lesu omzetnya, kita persiapkan di Jalan Ketidur,” tandasnya.

Sementara itu, Ning Ita, Walikota Mojokerto mengatakan, penyediaan lokasi di Jalan Ketidur paling cepat baru akan direalisasi tahun depan. Karena tahun ini baru sebatas pelebaran jalan. “ Tahun ini saya lebarkan dulu jalannya, dari 4,5 meter jadi 9,5 meter. Setelah jalan, terus kita uruk jalan,” paparnya.

Kata Ning Ita, lokasi itu nantinya akan dijadikan sebagai sentra ekonomi, untuk komoditas penjualannya menyesuaikan kebutuhan warga Kota Mojokerto, termasuk sentra loak dan barang bekas. “ Luasnya kan 3 hektar bisa macem-macem disitu. Nanti kita lihat perkembangannya apa yang dibutuhkan,” tandasnya. (gk/and)