best website stats 3 Pengedar Narkoba di Mojokerto Kembali Diringkus Polisi - Suara Mojokerto | MAJA FM 100.7

3 Pengedar Narkoba di Mojokerto Kembali Diringkus Polisi

majamojokerto.com

Setelah berhasil meringkus empat pelaku pengedar dan kurir narkoba jaringan Lapas Madiun, polisi kembali meringkus 3 pelaku pengedar narkoba. Polisi hanya membutuhkan waktu 3 jam dalam mengamankan para pelaku.

 ’’Tiga pelaku kita amankan di lokasi yang berbeda beda, dan kini masih dalam pengembangan Satnarkoba,’’ ungkap Ipda Tri Hidayati - Paurbaghumas Polres Mojokerto, Senin (15/07/19).

Tiga pelaku masing-masing, Yeri Al Asaji, 45, warga Dusun/ Desa Sumbertanggul, Keamatan Mojosari; Alfiyan Susanto, 45, Warga Dusun/Desa Lolawang; dan Deri Pramata, 24, warga Desa Sedari, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.

Tri menjelaskan, kali pertama penangkapan oleh Satnarkoba Polres Mojokerto pada pelaku Yeri Al Asaji di pinggir jalan Desa Seduri, Mojosari Rabu lalu (10/7/2019) sekitar pukul 18.00 WIB. Pelaku di tangkap saat menunggu pelanggannya. " Saat kita geledah di saku celana, kami berhasil amankan barang bukti sabu kemasan plastik klip,’’ tuturnya kepada Fuad Amanulloh, Reporter Maja FM.

Tidak hanya itu, petugas juga menyita satu unit HP yang digunakan pelaku bertransaksi. Sehingga kemudian petugas melakukan pengembangan kepada tersangka lain. Hasilnya, petugas berhasil mengamankan Alfiyan didepan rumahnya Desa Lolawang, Kecamatan Ngoro selang 30 menit. Setelah sebelumnya petugas berhasil memancingnya keluar dari persembunyiannya.

Baca juga : Polsek Ngoro, Mojokerto Ringkus 4 Pelaku Narkoba Jaringan Lapas Madiun

Masih kata Tri, selang beberapa menit kemudian, sekitar pukul 21.00 WIB petugas kembali melakukan penangkapan pelaku lain atas nama  Deri Pratama, " Pelaku yang terakhir sempat mengelak saat kita amankan. Namun setelah dilakukan pemeriksaan, petugas berhasl mendpaati barang bukti dua paket sabu, sehingga dia tak bisa lagi berucap," terangnya.

Tak hanya sabu, dari penggeledahan yang dilakukan di rumah Deri, petugas menyita satu unit Hp yang sering dipakai transaksi. ’’Kami juga sita uang tunai Rp 1,5 juta dari tersangka. Uang itu merupakan hasil penjualan sabu ke pelanggannya,’’ terangnya.

Bersama barang bukti, tiga tersangka yang merupakan satu jaringan ini dibawah ke Mapolres Mojokerto untuk proses penyelidikan.

Selain para pelaku menerapkan sistem ranjau dalam transaksi, juga memakai sistem jaringan terputus. ’’Ada dua pelaku yang kami dapat identitasnya. Masing-masing inisial YG dan Xo. Mereka juga masih terus dalam pengejaran,’’ tegasnya. (fad/and)