best website stats Bandar Narkoba Ini Berencana Memasukkan Sabu 4 Kg ke Mojokerto, Ini Penjelasan Polisi - Suara Mojokerto | MAJA FM 100.7

Bandar Narkoba Ini Berencana Memasukkan Sabu 4 Kg ke Mojokerto, Ini Penjelasan Polisi

majamojokerto.com

Polisi berhasil mengamankan Anton Eko Kuncoro (27) asal Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto. Dia ditangkap setelah terbukti menjadi Bandar Narkoba, yang memiliki rencana mengedarkan sabu seberat 4 kg di Mojokerto.

Informasi yang dihimpun Fuad Amanulloh, Reporter Maja FM, meski gagal membawa sabu seberat 4 kg lebih sabu ke Mojokerto, namun Anton yang berasal dari Dusun Tinggar, Desa Tinggarbuntut, Kecamatan Bangsal itu berhasil memasukkan narkotika jenis sabu ke Mojokerto sebanyak 5 ons.

" Tersangka Anton mendapatkan barang dari Pekan Baru. Dia sudah dua tahun lebih menjadi seorang bandar narkoba," ungkap AKBP Sigit Dany Stiyono, Kapolres Mojokerto Kota saat melakukan konferensi pers di Aula Polres Mojokerto Kota, Selasa (09/07/19).

Menurut Kapolresta, Anton merupakan bandar narkoba jaringan Nasional. Selain dikendalikan dari salah satu Lapas yang kini masih dalam penyelidikan, dari pengakuannya (Anton) pernah mempunyai rencana memesan narkoba jenis sabu dengan berat 4 Kg lebih. Namun itu berhasil digagalkan oleh petugas, saat proses pengiriman di wilayah Pekanbaru.

Baca juga : Sesosok Mayat Perempuan Ditemukan Mengambang di Tepi Sungai Brantas Mojokerto

Penangkapan terhadap Anton dilakukan anggota Satnarkoba Polres Mojokerto Kota pada Jum'at lalu (28/06/19), di sebuah kamar kos di Lingkungan Balongrawe, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.

Dari penangkapan tersebut, petugas berhasil mengamankan sebanyak 223,56 gram sabu. " Itu yang diamanakan merupakan sisa sabu yang belum berhasil diedarkan," terangnya.

Sebelumnya, Anton mengaku telah mendapatkan kiriman dari Pekanbaru sebayak 1,5 Kg. 3 ons sabu diantaranya sudah berhasil diamankan. " Yang 1 kg dari pengakuan Anton ternyata berisikan Garam. Entah itu sebagai modus untuk mengelabuhi petugas atau menipu Anton, kita masih melakukan penyelidikan," ungkap Kapolresta.

Yang jelas, terungkapnya barang bukti berupa garam kurang lebih 1 kg yang didapat dari rumah Anton berawal dari kecurigaan petugas. " Karena BB yang didapat berbeda, petugas kemudian melakukan tes dengan cara membakar BB tersebut dan terungkap ternyata itu adalah garam," imbuhnya.

Kapolresta mengkalkulasikan, jika pendapatan yang didapatkan oleh Anton selama menjadi bandar sabu terbilang cukup besar, " Setiap 1 gram sabu dijual kisaran Rp 1 juta, dan biasanya dibuat 8 pemakai. Artinya melihat dari barang bukti yang disita dan pengakuan Anton, polisi bisa menyelamatkan hampir 1000 orang penguna. Dan jika di uangkan, maka bisa mencapai Rp 300 juta," tegasnya.

Sementara itu, Anton Eko Kuncoro mengaku sebelum tertangkap, dirinya sudah pernah mengedarkan sabu hingga 1 kg sabu dengan jaringan yang sama, hingga akhirnya diringkus oleh Polisi.

Dia juga mengatakan, selama menjadi bandar narkoba, pihaknya mengunakan sistem ranjau. " Saya biasanya mengambil barang di bandara Sidoarjo, selanjutnya saya simpan di sawah-sawah di wilayah Terminal, " tandasnya.

Akibat perbuatannya, pelaku terancam dengan pasal 114 KUHP tentang undang-undang Narkotika. (fad/and)

majamojokerto.com