best website stats Curi Burung Peliharaan di Mojokerto, 2 Pria Bertato Ini Tertangkap Warga dan Diamankan Polisi - Suara Mojokerto | MAJA FM 100.7

Curi Burung Peliharaan di Mojokerto, 2 Pria Bertato Ini Tertangkap Warga dan Diamankan Polisi

majamojokerto.com

Nasib naas dialami 2 warga Surabaya. Gagal membawa kabur burung peliharaan milik warga Mojosari, 2 pria bertato itu malah tertangkap.

Beruntung, aksi keduanya segera mendapatkan respon dari kepolisian, sehingga berhasil selamat. Namun setelah itu mereka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, karena berurusan dengan pihak kepolisian.

Informasi yang dihimpun Fuad Amanulloh, Reporter Maja FM, kedua pelaku itu bernama Wawan (45) dan Supri (45) asal Kendung Rejo, Kecamatan Benowo, Kota Surabaya. Mereka berhasil diamankan warga, setelah kepergok mencuri burung Jalak Putih di Perumnas, Pekukuhan Mojosari, Mojokerto pada Senin lalu (02/07/19).

" Saya curiga dengan gerak gerik keduanya, sehingga saya intai dari kejauhan," ucap Nur Ardiansyah (18) pemilik.

Menurutnya, aksi pencurian itu diketahui kali pertama olehnya sekitar pukul 15.00 WIB, setelah pulang dari rumah neneknya. Keduanya, (pelaku) nampak tengok kanan kiri seperti melihat kondisi sekitar.

Dirasa aman, tidak lama kemudian keduanya beraksi dengan mendekap burung Jalak Putih yang saat itu ditaruh di teras rumah. " Pelaku memilih membawa kabur burungnya saja tidak sama sangkarnya. Dimasukkan dalam kaos," ujar Nur Ardiansyah.

Mengetahui hal ini, dirinya langsung teriak maling dan berusaha mengejar keduanya yang saat itu mengendarai sepeda motor. " Pelaku sempat terjatuh dari motor, karena sempat di tendang oleh warga yang geram, " jelasnya.

Mendengar teriakan maling, warga yang berada dilokasi kejadian sontak langsung mengepung keduanya dan sempat di massa, " Beruntung, pihak kepolisian segera datang dan langsung mengamankan keduanya," tuturnya.

Salah seorang pelaku bernama Wawan mengaku, sebenarnya tidak sengaja melakukan aksi pencurian. Sebab dirinya bersama satu temanya sehabis jalan-jalan ke wilayah Pacet Mojokerto. " Kalau laku, ya saya gunakan makan," katanya. (fad/and)