best website stats 47 Adegan Diperagakan Dalam Rekonstruksi Pembunuhan Sadis Terhadap Pengusaha di Mojokerto - Suara Mojokerto | MAJA FM 100.7

47 Adegan Diperagakan Dalam Rekonstruksi Pembunuhan Sadis Terhadap Pengusaha di Mojokerto

majamojokerto.com

Foto : kedua pelaku pembunuhan dan pembakaran terhadap pengusaha asal Trowulan, Mojokerto saat rekonstruksi yang digelar Polres Mojokerto Kota, Selasa (25/6/2019)

Sebanyak 47 adegan diperankan dalam rekonstruksi pembunuhan sadis terhadap Eko Yuswanto, warga Dusun Tumenggung, Desa Kejagan, Kecamatan Trowulan yang dibunuh kemudian di bakar di ladang sawah di Kecamatan Dawarblandong, Mojokerto.

Dari pantauan Fuad Amanulloh, Reporter Maja FM, rekontruksi dilakukan di 3 tempat kejadian perkara (TKP) dan menghadirkan 2 pelaku pembunuhan yakni Priono alias Yoyok (38) warga Desa Kejagan, Trowulan. Serta, Dantok Nartok alias Gundul (36) warga Dusun Dimoro, Desa Tambakagung, Kecamatan Puri, Mojokerto.

Pada adegan 20 sampai 26 terungkap, pelaku tega membantai korban didalam kamar milik orang tua saudara Gundul di wilayah Kenanten, Kecamatan Puri.

AKBP Sigit Dany Stiyono, Kapolres Mojokerto Kota mengatakan, sebelum membunuh korban, kedua pelaku terlebih dulu menenggak minuman keras (miras) bersama korban. " Korban di cekokki minuman, sebel dibunuh. Ini dilakukan karena agar lebih mudah dalam mengeksekusi," ucap Kapolresta di sela-sela porses rekontruksi di wilayah Kenanten, Selasa (25/06/19).

Dari hasil rekonstruksi kedua ini, pelaku tega membantai korban dengan cara memukuli dan menendang beberapa kali hingga meninggal dunia. Sebelum akhirnya di buang dan dibakar di wilayah Kecamatan Dawarblandong.

Baca juga : Polisi Gelar Rekonstruksi, Terkait Pengusaha di Mojokerto Yang Dibunuh dan Dibakar

Menurut Kapolresta, Faktor yang menyebabkan korban meninggal dunia di perankan keduanya pada adegan ke 20 sampai 25. " Diperan itulah keduanya menghabisi korban," jelasnya.

Dalam adegan tersebut, pelaku utama Priono alias Yoyok (38) menendang dan memukuli korban beberapa kali, hingga akhirnya paru-paru korban tertusuk tulangnya sendiri," Itu yang menjadi faktor utama korban meninggal," imbuhnya.

Sedangkan pelaku kedua yakni Nartok alias Gundul (36) berperan sebagai penyekap mulut korban dengan bantal.

Kapolresta juga mengatakan, dari hasil rekonstruksi yang dilakukan oleh polisi dan juga Kejaksaan Kabupaten Mojokerto di wilayah Kenanten, juga diketahui kedua pelaku merubah perencanaan.

" Perencanaan awal, kedua pelaku akan dimasukkan kedalam tong berwarna hijau kemudian dibuang. Namun karena ada beberapa kendala, akhirnya pelaku membuang korban dan membakarnya," sebut Sigit.

Tujuan dari rekontruksi pembunuhan berancana ini, kata Sigit, untuk mengungkap kebenaran dan segera dituntaskan perkara ini dan cepat diputuskan. (fad/and)