best website stats Korupsi 1,6 Milyar, Mantan Pejabat Bulog Sub Divre Surabaya Selatan di Tahan Kejari Kabupaten Mojokerto - Suara Mojokerto | MAJA FM 100.7

Korupsi 1,6 Milyar, Mantan Pejabat Bulog Sub Divre Surabaya Selatan di Tahan Kejari Kabupaten Mojokerto

majamojokerto.com

Sigit Hendro Purnomo mantan Kepala Seksi Komersial dan Pengembangan Bisnis Industri Bulog Sub Divre Surabaya Selatan telah ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto, karena diduga korupsi hasil penjualan beberapa jenis komoditas komersial Bulog senilai Rp 1,636 miliar.

Rudy Hartono, Kepala Kejari Kabupaten Mojokerto mengatakan, tindak pidana korupsi yang dilakukan Sigit dilakukan pada 2017 lalu, saat dirinya menjabat sebagai Kepala Seksi Komersial dan Pengembangan Bisnis Industri Bulog Sub Divre Surabaya Selatan.

" Dia menjual secara fiktif, mengeluarkan faktur penjualan secara terus menerus. Menjual jagung, beras dan gula kepada perorangan, ada juga perusahaan. Hingga merugikan keuangan negara Rp 1,636 miliar," ungkapnya kepada Fuad Amanulloh, Reporter Maja FM.

Rudy juga mengatakan, selama menjabat, Sigit melakukan penjualan beberapa jenis komoditas komersial milik Perum Bulog. Namun, uang hasil penjualan tidak di setorkan ke rekening perusahaan.

Rinciannya, penjualan komoditas komersial melalui Rumah Pangan Kita (RPK) Rp 618,7 juta, penjualan pasar umum atau operasi pasar Rp 91,14 juta, penjualan jagung Rp 800 juta, serta selisih kurang stok gula 10.118 kilogram senilai Rp 126,5 juta.

Baca juga : Polisi Akhirnya Turun Tangan, Terkait 1 Keluarga di Mojokerto Masuk RS Yang Diduga Keracunan Makanan

Kasus korupsi yang dilakukan Sigit tengah ditangani Kejaksaan Tinggi Jatim. Tersangka sempat buron selama sekitar setahun. Penyidik baru meringkusnya di Bandung sekitar bulan April 2019 lalu.

Hari ini berkas penyidikan yang telah lengkap dan seluruh alat bukti serta tersangka Sigit dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto. Sigit yang memakai rompi oranye, akan ditahan selama 20 hari ke depan di Lapas Klas IIB Mojokerto untuk menanti masa persidangan.

Selama menjalankan aksinya, Rudy menduga tidak dilakukan sendiri. "Sementara masih sendiri, tapi saya meyakini paling tidak dia bersama-sama," tegasnya.

Masih kata Rudy, selain tersandung tindak pidana korupsi, Sigit juga dilaporkan ke Polda Jatim serta Polres Mojokerto terkait kasus penipuan dan penggelapan. Menurut Rudy, korbannya perusahaan dan perorangan.

Akibatnya, Sigit dijerat dengan Pasal 2 dan 3 UU RI No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Rudy juga mensinyalir, jika tersangka tidak sendirian saat menjalankan aksinya. (fad/and)