best website stats Polisi Akhirnya Turun Tangan, Terkait 1 Keluarga di Mojokerto Masuk RS Yang Diduga Keracunan Makanan - Suara Mojokerto | MAJA FM 100.7

Polisi Akhirnya Turun Tangan, Terkait 1 Keluarga di Mojokerto Masuk RS Yang Diduga Keracunan Makanan

majamojokerto.com

Polisi akhirnya turun tangan dalam menyikapi meninggalnya Wagimin. Termasuk 5 anggota keluarga asal Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto yang dirawat di rumah sakit, karena diduga keracunan makanan usai berwisata ke Telaga Sarangan.

AKP Ade Warokah, Kasatreskrim Polresta Mojokerto mengatakan, pihaknya menindaklanjuti laporan terkait insiden keracunan makanan yang dialami oleh satu keluarga di Kota Mojokerto. bahkan pihaknya langsung melakukan identifikasi di rumah korban ataupun di Rumah Sakit Islam Sakinah.

" Pulbaket (Pengumpulan Bahan Keterangan), termasuk melakukan pemeriksaan terhadap para korban dan keluarga sudah kami lakukan," ungkapnya kepada Fuad Amanulloh, Reporter Maja FM.

Namun sejauh ini hasil pulbaket di rumah sakit ataupun rumah korban, penyidik tidak menemukan barang bukti apapun. Sebab, makanan sisa halal bihalal maupun bekal yang disantap para korban usai berlibur di wisata Telaga Sarangan sudah tidak ada.

Baca juga : 5 Warga Mojokerto Diduga Keracunan Makanan, 1 Diantaranya Meninggal Dunia

Sebelumnya, kata Waroka, dari hasil identifikasi makanan yang di makan oleh para korban diantaranya rawon, petis, rujak, semangka, teh celup, kopi kemasan, hingga aneka kue lebaran. Aneka makanan tersebut dibawa oleh keluarganya dari rumah.

Namun sisa makanan itu sudah dibuang di Magetan, dimana para korban melangsungkan liburan keluarga pada Sabtu lalu (8/6/2019). " Jadi sifatnya, kita menggali keterangan dari korban dan keluarganya. Soal barang bukti, nihil sama sekali," terangnya.

Meski tak ada barang bukti, petugas mengidentifikasi meninggalnya korban (Wagimin) tidak hanya karena makanan yang disantap. Diketahui, korban ternyata juga mempunyai riwayat sakit jantung yang diderita sejak 3 tahun tetakhir ini. Namun, kata Waroka, hal itu sebatas dugaan saja.

Bukan berarti itu merupakan kesimpulan final, karena, penyidik juga masih berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan pihak rumah sakit yang menanganinya. " Yang jelas perlu diagnosa terlebih dulu. Seperti apa diagnosanya, kita nunggu hasil dokter yang menangani," tegasnya. (fad/and)