best website stats Dinkes Koordinasi Dengan Dinas Pendidikan, Terkait Wacana Imunisasi Lengkap Jadi Syarat Masuk SD di Kota Mojokerto - Suara Mojokerto | MAJA FM 100.7

Dinkes Koordinasi Dengan Dinas Pendidikan, Terkait Wacana Imunisasi Lengkap Jadi Syarat Masuk SD di Kota Mojokerto

majamojokerto.com

Foto : Ilustrasi Imunisasi

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mojokerto mewacanakan akan menjajaki pemberian imunisasi komplet bagi anak menjelang usia sekolah. Harapannya agar kebijakan ini bisa ditetapkan sebagai syarat masuk sekolah dasar (SD).

Informasi yang dihimpun Maja FM, imunisasi yang disyaratkan itu diantaranya, vaksin hepatitis B (HB) vaksin pertama yang diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir. Lalu vaksin polio, vaksin BCG, DTP, PCV, vaksin rotavirus, vaksin influenza, campak, vaksin MMR/MR, vaksin varisela serta vaksi HPV.

Christiana Indah Wahyu, Kepala Dinkes Kota Mojokerto mengatakan, saat ini masih dikaji dan di koordinasikan dengan Dinas Pendidikan setempat, agar menjadikan syarat mutlak masuk SD. Sehingga kualitas kesehatan anak di Kota Mojokerto akan terpelihara.

“ Ini masih dalam kajian. Akan tetapi, jika disepakati menjadi syarat masuk SD, mereka akan bisa bersekolah jika telah memenuhi persyaratan imunisasi lengkap. Ini akan dibuktikan dengan persyaratan misalnya dengan catatan Kartu Menuju Sehat (KMS) dan sertifikat telah melakukan imunisasi lengkap,” terangnya.

Sementara itu, Amin Wachid, Kepala Dinas Pendidikan Kota Mojokerto menyambut baik wacana tersebut. Dan dimungkinkan bisa dilakukan saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini. “ Itu merupakan ide bagus, kita sudahh membicarakannya bersama dinkes. Mungkin bisa kalau gagasn tersebut kita implementasikan dalam PPDB tahun ini,” kata Amin.

Amin juga mengatakan, dengan penerapan ide itu, maka strata kesehatan anak di Kota Mookerto bakal meningkat. Sebab, kewajiban penyertaan imunisasi lengkap sebagai dasar masuk sekolah akan meningkatkan kedisiplinan wali murid untuk mengimunisasi anaknya secara tepat waktu.

Masih kata Amin, bagi anak yang belum menerima imunisasi lengkap, maka akan memberi kelonggaran. Dengan catatan, Dinkes harus mengimunisasi anak didik baru sesuai rencana. " Dinas Ksehatan harus bisa memberikan kepastian, jika ada anak yang belum lengkap melakukan imunisasi. Itu bisa dilakukan di sekolah maupun di rumah," tandasnya. (gk/and)