best website stats Sidak ke Swalayan dan Pasar Tradisional Jelang Lebaran, Dinkes Mojokerto Temukan Mamin Tanpa Izin Edar Hingga Kemasan Penyok - Suara Mojokerto | MAJA FM 100.7

Sidak ke Swalayan dan Pasar Tradisional Jelang Lebaran, Dinkes Mojokerto Temukan Mamin Tanpa Izin Edar Hingga Kemasan Penyok

majamojokerto.com

Menjelang lebaran, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto melakukan inspeksi mendadak (Sidak) makanan minuman (Mamin) yang dijual di sejumlah swalayan dan pasar tradisional yang ada di Kabupaten Mojokerto.

Sidak ini dilakukan untuk mengantisipasi beredarnya makanan kadaluarsa atau yang tidak layak konsumsi jelang lebaran.

Informasi yang dihimpun Fuad Amanulloh, Reporter Maja FM, satu per satu barang diteliti kelayakan kemasan, tanggal kadaluarsa, maupun izin edar barang. Hasilnya, ada 16 lebih barang ditemukan dari tiga lokasi dengan kondisi bermacam-macam, seperti produk yang tidak memiliki Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), izin edar, kemasan yang sudah penyok maupun pecah hingga terdapat makanan yang mengandung pewarna tekstil.

Didik Chusnul Yakin, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto mengatakan, dari 2 supermarket dan satu pasar tradisional yang ada di Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko, terdapat sedikitnya 16 item yang dicurigai.

"Kami sudah melihat beberapa produk yang ada di Supermarket. Ternyata ada beberapa item yang tidak layak di jual, ada yang tidak sesuai Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), maupun kemasannya rusak yang masih terpajang," terangnya.

Atas temuan tersebut, pihaknya membuat berita acara dan menyampaikannya kepada manajemen untuk dilakukan perbaikan. Produk bermasalah itu ditarik kembali untuk dikembalikan ke pihak supplier.

Sedangkan untuk temuan di Pasar Tradisional, Didik mengaku mendapatkan sejumlah makanan yang tak memiki izin edar, tidak memiliki PIRT serta terdapat makanan jenis kerupuk yang berbahaya yakni mengandung pewarna pakaian hingga borak yang sangat membahayakan.

"Untuk yang produk Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) nya habis atau tidak memiliki, Dinkes meminta agar dikembalikan ke distributor. Produsen yang ada di supermarket maupun di pasar tradisional diharapkan tidak lagi menerima produk yang tidak disertai dengan izin-izin yang lengkap," katanya.

Karena sidak kali ini masih berbentuk pembinaan, maka tidak ada sanksi yang di kenakan. Hanya saja pihaknya meminta agar barang-barang telah ditemukan dalam keadaan rusak maupun tak memiliki izin edar agar dikembalikan dan tidak dijual.

" Seperti kaleng penyok, sepertinya sepele, tapi hal itu sangat membahayakan masyarakat. Karena di sela-sela kaleng yang rusak mampu dimasuki bakteri, yang nantinya bila di konsumsi akan sangat membahayakan," tegasnya.

Meski demikian, pihaknya tetap akan memberikan peringatan secara tegas kepada para produsen yang nekad memasarkan barang yang tak berizin, " Kalau mereka masih nekad kita bisa menutupnya," tandaanya.

Dalam sidak mamin yang dijual disejumlah swalayan dan pasar tradisional di Kabupaten Mojokerto, Dinkes akan melakukan secara berkala, " Ada 5 titik pasar, Dinoyo, Brangkal, Jatirejo, Mojosari dan Dlanggu." pungkasnya. (fad/and)